Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan tarif tiket pesawat masih akan memicu inflasi pada Mei 2019. Meski tiket pesawat sudah mulai turun harganya, kata Darmin, hal itu tidak signifikan.
"Ya mungkin dampaknya ada adalah tiket pesawat. Dia sudah turun (harganya), tapi turunnya tidak besar. Walaupun naiknya bukan bulan Mei saja. Itu sudah terjadi dulu di bulan-bulan lain," kata Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (24/5).
Tiket pesawat, kata Darmin, juga cukup besar pengaruhnya dalam pengeluaran rumah tangga.
"Memang kalau tiket pesawat itu ada turunnya, tapi pasti ngga banyak. Pertanyaannya sebetulnya adalah bukan besarnya perubahan harga dari suatu barang atau jasa. Tapi seberapa besar peranan dari pengeluaran rumah tangga untuk barang atau jasa itu," tuturnya.
Baca juga: BI Prakirakan Inflasi Mei 0,47%
Selain tiket pesawat, Darmin pun mengatakan bahwa komoditas yang berpotensi memiliki andil terhadap inflasi pada bulan Mei adalah bawang putih.
Namun, ia mengatakan komoditas tersebut tidak perlu dikhawatirkan bila harganya melonjak. Pasalnya, bawang putih sebagai komoditas yang sifatnya jangka pendek akan cepat mengalami penurunan harga kembali.
"Kalau bawang putih, begitu udah turun, sekarang kan udah turun, ya nanti dia turun. Nah, walaupun di satu bulan dia udah naik (harganya), di bulan berikutnya dia bisa turun," pungkasnya. (A-4)
TIKET pesawat mahal dikeluhkan oleh masyarakat saat arus mudik lebaran 2026. Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengatakan mahalnya tiket pesawat karena ada skema transit
MENJELANG musim mudik Lebaran 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan stimulus diskon tiket kelas ekonomi hingga 18 persen merespons keluhan harga tiket pesawat mahal
Tiket mahal terjadi karena bertepatan memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan harga.
Budi menjelaskan karena pada saat itu memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan.
Pada semester I 2024, Garuda mencatat kerugian sebesar Rp1,54 triliun. Perseroan pelat merah itu mencatatkan pembengkakan beban usaha yang besar.
PENGAMAT penerbangan Alvin Lie berpandangan rencana pemerintah menurunkan harga tiket pesawat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan memberatkan perusahaan maskapai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved