Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun anggaran 2018 pada Rabu (15/5).
Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan dalam RUPST tersebut para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen sebesar 50% dari laba bersih.
Adapun, laba bersih 2018 perseroan mencapai Rp32,3 triliun sehingga dividen yang dibagikan adalah sebesar Rp16,1 triliun.
Angka itu lebih besar dibandingkan jumlah yang dibagikan tahun sebelumnya. Kala itu, deviden yang dibayarkan hanya Rp13,04 triliun.
"kondisi permodalan masih cukup tinggi sehinga tidak diperlukan pencadangan permodalan yang besar. Cadangan-cadangan yang lain masih cukup sehingga 50% dari laba ditahan bisa cukup untuk dukung ekspansi bisnis ke depan," ujar Suprajarto di Jakarta, Rabu (15/5).
Baca juga: Ace Hardware Siap Bagikan Dividen 50% dari Laba Bersih
Pemerintah sendiri mendapat bagian Rp9,17 triliun atau sebesar 56,75% dari deviden yang dibagikan. Sementara sisanya dibagikan kepada pemegang saham umum.
Sisa laba bersih sebesar Rp16,1 triliun akan ditetapkan sebagai saldo modal ditahan. Nantinya, dengan uang itu, BRI diharapkan mampu melakukan ekspansi usaha. (A-4)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Perkokoh Peran sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pada tahun ini, Watsons Indonesia mencatat pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh komitmen yang kuat terhadap kepuasan pelanggan dan inovasi.
Bauran produk dan distribusi semakin seimbang, premi renewal tumbuh 17,6% YoY dan premi reguler tumbuh lebih dari 50% YoY.
Perseroan berencana untuk memperluas layanan dengan layanan perlindungan data menyeluruh, mulai dari klasifikasi data hingga pemusnahan data.
Kejadian Unusual Market Activity (UMA) dengan kenaikan harga saham SHID secara signifikan pada perdagangan sejak tanggal 3-11 Januari 2024 secara berturut-turut.
“Peningkatan signifikan adalah perhotelan yang menyumbangkan 22% dari sebelumnya 15%,” kata Erlin
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved