Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

ASEAN+3 Pertahankan Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi

Nur Aivanni
04/5/2019 08:30
ASEAN+3 Pertahankan Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara ASEAN(Dok. Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan)

PERTEMUAN para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara ASEAN bersama Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan (ASEAN+3), di sela Sidang Tahunan ke-52 Asian Development Bank (ADB), di Nadi, Fiji, menyepakati perlunya peningkatan kesiagaan kawasan dalam menghadapi meningkatnya ketidakpastian serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Dalam pertemuan untuk membahas perkembangan ekonomi regional dan global itu, ADB memprediksi pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN+3 akan melemah dari 4,7% pada 2018 menjadi 4,6%  di 2019 dan terus melemah menjadi 4,4% pada 2020.

Hal itu terutama didorong oleh ketidakpastian penyelesaian isu perang dagang, perlambatan pertumbuhan Tiongkok, serta potensi volatilitas aliran modal akibat ketidakseimbangan global.

Secara khusus, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyuarakan komitmen Indonesia untuk mengembangkan kebijakan fiskal dan moneter dalam mendukung pertumbuhan dengan tetap menjaga stabilitas. Komitmen itu tercermin dalam kebijakan anggaran Indonesia yang menekankan kualitas dan pengeluaran produktif untuk infrastruktur dan pembangunan manusia.

"Saya berharap investasi infrastruktur besar-besaran Indonesia dalam beberapa tahun terakhir akan menghasilkan peningkatan nyata terhadap daya saing dan produktivitas ekonomi secara keseluruhan," kata Sri Mulyani dalam keterangan resmi yang diterima kemarin.

Indonesia, sambungnya, juga berkomitmen mempertahankan reformasi struktural untuk mendukung iklim bisnis dan investasi, terutama dalam mendorong diversifikasi ekonomi dari komoditas untuk mendukung industrialisasi dan pengembangan sektor jasa.

Di tataran regional, kata Menkeu, Indonesia juga mendorong penguatan daya saing dan kerja sama kawasan untuk mengurangi ketergantungannya pada guncangan eksternal, terutama melalui penguatan perdagangan dan investasi intraregional di antara anggota ASEAN+3.

"Saya juga menekankan perlunya pengembangan kerja sama kawasan dalam hal dukungan pembiayaan infrastruktur dan pengembangan sektor pariwisata, seperti langkah yang dilakukan oleh Indonesia untuk membentuk New Bali," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, dibahas pula penguatan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) yang diharapkan dapat berperan sebagai lembaga surveillance ekonomi kawasan yang independen, kredibel, dan professional.(Nur/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya