Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan penugasan impor bawang putih kepada Perum Bulog hanya akan berlaku dalam kondisi darurat. Bulog baru akan diberikan rekomendasi dan izin jika stok di dalam negeri sudah sangat tipis dan perusahaan-perusahaan importir tidak kunjung memasukkan bawang putih dari luar negeri.
"Kita lihat apakah sekarang dalam kondisi emergency. Kemarin juga ada masukan dari KPPU, Ombudsman, kelompok tani, semua kita perhatikan," ujar Enggartiasto di Sukabumi, Jawa Barat, kemarin.
Ia melihat saat ini ketersediaan bawang putih di gudang-gudang importir, yang merupakan sisa kedatangan tahun lalu, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa waktu ke depan.
"Semua yang di gudang sudah kita periksa. Tidak banyak, tapi cukup. Itu yang kita suruh keluarkan," tandas Enggar.
Kemendag pun akan segera menerbitkan izin impor bagi perusahaan-perusahaan swasta yang telah melakukan wajib tanam dan mendapatkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian.
"Bagi importir yang sudah penuhi persyaratan menanam 5% dari total rekomendasi sesuai peraturan Menteri Pertanian dan RIPH, mereka sudah keluar dari Kementerian Pertanian, pasti langsung kita beri izin. Yang juga lagi dicek kan kenapa RIPH-nya terlambat," ujarnya.
Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan akan menyelidiki lambatnya proses penerbitan RPIH bagi importir bawang putih yang sudah melakukan wajib tanam.
Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan proses pemberian RIPH yang begitu lama menjadi pemicu melonjaknya harga komoditas tersebut di pasaran.
Kementerian Pertanian berkilah bahwa mereka sibuk di awal tahun sehingga penerbitan RIPH lambat. Saat ini sudah delapan importir yang memperoleh RIPH sebanyak 90 ribu ton.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo mengatakan pihaknya hingga saat belum mendapatkan rekomendasi dan izin impor. (Pra/E-1)
Harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, tercatat daging ayam Rp37.000 per kilogram, daging sapi segar berkisar Rp125.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
Komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu cabai merah sebesar 0,10 persen, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah masing-masing sebesar 0,06 persen.
Meski sempat dipengaruhi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, fluktuasi harga di pasar tradisional dinilai masih wajar dan tidak menimbulkan gejolak signifikan menjelang ramadan.
Beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, yakni cabai merah, kacang tanah, seledri, dan ikan kembung. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah sebesar 7,36%.
Pengawasan pergerakan harga dilakukan secara koordinasi lintas sektor. Salah satunya mengawasi harga komoditas yang bisa memengaruhi inflasi.
Harga beras kelas medium masih berkisar Rp13.500-Rp14.500 per kilogram, harga bawang putih Rp40.000-Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000-Rp35.000 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved