Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menargetkan pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, dapat selesai pada Juli mendatang.
Saat ini, progres infrastruktur yang membentang di atas Teluk Youtefa itu sudah mencapai 74,5%.
"Konstruksi jembatan sudah selesai. Saat ini kami tengah menyelesaikan jalan pendekat jembatan sepanjang 9.950 meter," ujar Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono melalui keterangan resmi, Selasa (2/4).
Keberadaan jembatan dengan tipe pelengkung baja itu nantinya akan memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dari semula 2,5 jam menjadi hanya 1 jam.
Selain meningkatkan konektivitas, Holtekamp juga diyakini menjadi solusi permasalahan kepadatan penduduk di Jayapura. Sebelum adanya jembatan, penyebaran penduduk di Ibu Kota Papua tidak merata karena akses yang terbatas. Diharapkan setelah Holtekamp terbangun, populasi bisa tersebar secara merata.
“Keberadaan jembatan akan berperan mengendalikan laju perkembangan di Jayapura yang selama ini cenderung lebih banyak bergerak ke arah bagian Barat yang berupa pegunungan. Jika dibiarkan, itu sangat berisiko merusak hutan sebagai wilayah tangkapan air," jelas Basuki.
Baca juga: Warga Papua Antusias Menangkan Jokowi
Pembangunan Jembatan Holtekamp merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU-Pera, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PU-Pera telah menyelesaikan pembangunan dan pemasangan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter dan konstruksi jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 600 meter.
Sementara Pemerintah Provinsi Papua juga sudah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sepanjang 30 meter dan jembatan pendekat sepanjang 270 meter di sisi Holtekamp. Pemerintah Kota Jayapura telah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sisi Hamadi sepanjang 320 meter.
Adapun, total biaya pembangunan sebesar Rp1,3 triliun.
Dalam pelaksanaannya, pelengkung baja sepanjang 112,5 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton dibuat utuh oleh PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur kemudian diangkut ke lokasi menggunakan kapal laut menempuh jarak 3.200 km.
Sementara, pelaksanaan di lokasi dikerjakan oleh konsorsium kontraktor konstruksi PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya yang bertugas merakit bagian-bagian jembatan yang telah dibuat PT PAL. (OL-3)
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved