Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

DPR: 11 Ribu Lowongan BUMN Cerahkan Pertumbuhan Ekonomi

Akmal Fauzi
14/3/2019 11:15
DPR: 11 Ribu Lowongan BUMN Cerahkan Pertumbuhan Ekonomi
(MI/Dwi Apriani.)

PEMBUKAAN 11.000 lowongan pekerjaan di 110 BUMN oleh pemerintah dinilai tidak hanya akan mengurangi jumlah pegangguran yang kini berada di angka 5,2% dari penduduk Indonesia.

Kebijakan itu dinilai bisa meningkatkan produktivitas BUMN sehingga mampu memperlihatkan kinerja positif sekaligus mencerahkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut dinyatakan anggota DPR dari Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menanggapi pembukaan pendaftaran kerja di BUMN yang berlangsung hingga Minggu (17/3).

Menurutnya, kebijakan yang diambil Kementerian BUMN itu juga ditujukan untuk memperbesar jumlah lapangan pekerjaan formal yang akan memberikan banyak manfaat bagi para pekerja.

"Saat ini ada sekitar 223 proyek infrastruktur dan tiga program yang pengerjaannya membutuhkan banyak tenaga kerja yang memiliki kualifikasi tinggi. Hal itu bertujuan agar BUMN tersebut bukan saja menjadi penggerak perekonomian nasional, namun juga punya daya saing yang kuat secara global," kata Inas dalam keterangan tertulis, Kamis (14/3).

Baca juga: Kartu Prakerja Jokowi Solusi Maksimalkan Demografi Indonesia

Wakil Ketua Komisi VI DPR ini menambahkan, jika 11 ribu lowongan itu diisi tenaga kerja berkualitas, akan terjadi multiplier effect yang sangat signifikan, yakni munculnya para tenaga kerja yang juga dapat menciptakan, memperkuat, mengembangkan, dan menumbuhkan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri kecil dan Menengah), sehingga mampu pula menyerap tenaga kerja di sektor-sektor swasta lainnya.

Berdasarkan informasi, sebanyak 11 ribu lowongan kerja itu ditujukan untuk menunjang 223 proyek infrastruktur, antara lain sektor transportasi, energi, pelabuhan, irigasi, teknologi, perumahan, dan juga pendidikan. Sementara tiga program menyangkut ketenagalistrikan, industri pesawat, dan program pemerataan ekonomi. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya