Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA larangan terbang bagi pesawat tipe Boeing 737 Max 8 di Indonesia berpeluang diperpanjang. Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut kebijakan grounded temporary akan berlangsung selama sepekan sembari melakukan inspeksi menyeluruh pada 11 pesawat Boeing 737 Max yang dimiliki dua maskapai nasional, Garuda Indonesia dan Lion Air.
Akan tetapi, jangka waktu sepekan untuk melakukan larangan terbang ini bukan keputusan final. Kementerian Perhubungan terus membangun komunikasi dan sedang menanti rekomendasi dari The Federal Aviation Administration (FAA) untuk mengambil kebijakan lanjutan. FAA dikabarkan akan menelurkan arahan baru pada bulan April mendatang.
"Kita sudah membuat surat ke FAA, secepatnya kalau ada arahan dan harus menunggu sampai April, maka grounded ini notice by FAA. Pak menteri memang memberikan satu pekan, tapi jika FAA notice untuk mengeluarkan larangan terbang kita akan mengikuti FAA," kata Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (KPPU) Avirianto dalam konferensi pers di kantor Kemenhub di Jakarta, Rabu (13/2).
Saat ini, Kemenhub fokus untuk melakukan inspeksi atau pengecekan ulang terhadap seluruh armada Boeing 737 Max di Indonesia. Sebanyak 10 unit milik Lion Grup dan satu lainnya kepunyaan Garuda Indonesia.
Baca juga: Pelarangan Terbang Boeing 737 Max 8 Sekitar Sepekan
Sebelumnya, Kemenhub telah melakukan ramp check pada pesawat Boeing 737 Max pascakecelakaan Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang pada Oktober 2018. Dalam pemeriksaan tersebut, otoritas transportasi di Indonesia ini menyebut seluruh pesawat laik terbang.
Akan tetapi, kecelakaan dengan tipe pesawat yang sama milik Ethiopian Airlines membuat Kemenhub mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan kebijakan larangan terbang.
Sementara itu, beberapa negara seperti Singapura, Vietnam, dan Uni Eropa mengambil langkah lebih ekstrem dengan melarang seluruh Boeing 737 Max melakukan aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.
Ditanya soal kemungkinan mengekor negara-negara lain, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti menyebut pihaknya lebih fokus melakukan tindakan preventif bagi maskapai-maskapai nasional. Ia menambahkan tak ada urgensi untuk melakukan larangan terbang bagi seluruh pesawat tipe Boeing 737 Max baik menuju atau lepas landas wilayah udara Indonesia dari maskapai luar negeri.
"Kami tidak melakukan itu karena memilih fokus pada Boeing 737 Max yang dimiliki maskapai nasional. Tidak ada alasan pula untuk melarang, jadi kenapa harus melarang?" ungkap Polana dikesempatan yang sama.
Di lain pihak, Direktur Pelaksana Lion Air Daniel Putut mengaku larangan terbang sementara Boeing 737 Max tak menganggu operasional pelayanan perusahaan.
"Secara operasional tidak banyak berpengaruh karena pesawat ini kami pakai ke Tiongkok dan Saudi Arabia serta beberapa penerbangan domestik. Sekarang juga masih low season jadi tidak terlalu tergangu. Kami masih punya 114 pesawat lainnya," jelas Daniel.(OL-5)
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Tiongkok mengatakan pada Kamis (25/1) bahwa pihaknya telah memberikan izin kepada Boeing untuk melanjutkan pengiriman 737 MAX 8 kepada pelanggan lokal.
Forker dituduh memberikan FAA informasi yang salah, tidak akurat dan tidak lengkap tentang bagian baru dari kontrol penerbangan untuk pesawat 737 Max.
Forkner juga dituding berkonspirasi melawan para konsumen Boeing yang membeli Boeing 737 Max karena tidak memberikan informasi kritis.
Setiap pilot harus menyelesaikan program pelatihan yang komprehensif, yang mencakup pembelajaran berbasis komputer serta pelatihan simulator
Maskapai secara sukarela menghentikan aktivitas pesawat mereka sambil menunggu arahan dari Boeing.
Sejumlah maskapai kembali mengandangkan pesawat 737 Max setelah terungkap adanya masalah kelistrikan pada pesawat itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved