Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan perhubungan dagang antara Korea dengan Indonesia akan diperluas melalui perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Korea (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/ IK-Cepa).
Hal ini supaya target nilai perdagangan kedua negara bisa tercapai US$30 miliar dalam 3 tahun ke depa,n serta banyak investasi dari Korea mengalir ke dalam negeri.
"Melalui Cepa kita dorong investasi Korea di Indonesia, kemudian kita akan bicara juga global supply chain, atau kita memberikan kesempatan dan kemudahan. Investasi otomotif misalnya, mereka kita dorong untuk investasi, elektronik juga," terangnya pada Indonesia-Korea business forum di Jakarta, Selasa (19/2).
Pada kesempatan tersebut ditandatangani perjanjian dagang untuk merealisasikan IK-Cepa oleh kedua perwakilan negara.
Menurut Enggar perjanjian dagang antara Indonesia dengan Korea telah ditandatangani yang menjadi landasan hukum untuk merealisasikan IK-Cepa.
Baca juga: Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$1,16 Miliar
Ia mengatakan bussiness forum digelar untuk mengatasi berbagai hal yang bisa ditemukan mengganggu perdagangan dan investasi.
"Nah dengan demikian maka target yang di canangkan oleh dua kepala negara, Indonesia dan Korea, sebesar US$30 miliar dalam 3 tahun ke depan itu bisa dicapai," katanya.
Enggar meyakini bahwa target nilai perdagangan tersebut dapat tercapai dengan perepatan perjanjian dan pemberian beragam fasilitas. Itu juga supaya pengusaha Korea lebih tertarik menanamkan modalnya di Indoensia.
"Korea sangat potensial kan, di semua segemennya, untuk investasi dan perdagangannya, misalnya. Nilai perdagangan Korea sama Vietnam US$60 miliar," pungkasnya. (OL-3)
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Bertemu lima naga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan investasi harus berdampak nyata, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor riil, dan memperkuat UMKM.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved