Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Kamar Dagang Indonesia Rosan Roeslani mengatakan para pengusaha kini sudah mulai mengantisipasi perlambatan ekonomi Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok tercatat melambat ke 6,4% pada kuartal ke empat 2018 dan sepanjang tahun lalu jadi 6,6% dari 6,9% di sepanjang 2017 lalu.
Indonesia seperti diketahui lebih sensitif akan menurunnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok dibandingkan persoalan di Amerika Serikat (AS). Sebab sekitar 15% dari total perdagangan Indonesia dilakukan dengan Tiongkok. Sementara dengan AS berkisar 10%.
"Penurunan dari pertumbuhan di Tiongkok, dampaknya akan lebih terasa di Indonesia, dibandingkan dengan penurunan growth di AS. Tiongkok banyak menyerap komoditas Indonesia, paling besar bisa batu bara. Dengan pelemahan itu pada 2019 ini tentunya akan ada dampaknya," ujar Rosan di Jakarta, Senin (28/1).
Rosan menjelaskan strategi efisiensi dalam operasional lebih diutamakan, sebelum selanjutnya pengusaha melihat peluang adanya insentif dari ekspor mereka.
Baca juga: Darmin: Pemerintah Cari Cara Antisipasi Perlambatan Ekonomi Tiongkok
"Kami sudah antisipasi. Bank Dunia dan IMF juga menurunkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Kami mengantisipasi pertama dengan lebih efisien. Kami juga berbicara dengan pemerintah apa bisa kami menerima insentif apabila melakukan banyak ekspor," tukas Rosan.
Adapun IMF baru-baru ini kembali merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,5% untuk 2019 dan 3,6% untuk 2020. Angka tersebut turun 0,2% dan 0,1% dibandingkan perkiraan terakhir pada Oktober lalu. IMF resmi dua kali merevisi angka pertumbuhan ekonomi global dalam tiga bulan terakhir. (OL-7)
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved