Rabu 21 Februari 2018, 08:45 WIB

Bitcoin Gagal sebagai Mata Uang

Administrator | Ekonomi
Bitcoin Gagal sebagai Mata Uang

Ist
Bitcoin Gagal sebagai Mata Uang

 

GUBERNUR Bank Sentral Inggris (BoE) Mark Carney menyampaikan bitcoin (BTC) telah gagal sebagai mata uang yang diukur berdasarkan acuan-acuan atau tolok ukur standar. Bitcoin juga bukan merupakan penyimpan nilai atau cara yang berguna untuk membeli sesuatu.

"Sejauh ini (bitcoin) lebih banyak gagal ... pada aspek-aspek tradisional uang. Ini bukan penyimpan nilai karena sangat tidak fokus dan tidak konsisten. Tidak ada yang menggunakannya sebagai alat tukar," ungkap Carney kepada mahasiswa di Universitas Regent London, Inggris, sebagaimana dikutip dari Antara, kemarin.

Namun, menurut Carney, teknologi yang mendasari mata uang kripto tersebut mungkin masih berguna sebagai cara untuk memverifikasi transaksi keuangan dengan cara yang terdesentralisasi.

Bitcoin sebagai mata uang virtual membetot perhatian publik di dunia, termasuk sebagian masyarakat Indonesia karena nilainya yang terus meningkat. Terakhir, mengutip dari salah satu situs penyedia mata uang virtual, yakni www.bitcoin.co.id, satu bitcoin saja bernilai sekitar Rp157,4 juta.

Baca juga: Bitcoin, Mata uang Idola para Peretas

Sebelumnya, pada Januari 2018, pemerintah Korea Selatan juga secara resmi menerbitkan sebuah regulasi undang-undang yang melarang perdagangan cryptocurrency atau mata uang virtual di dalam negara mereka.

"Ada kekhawatiran besar mengenai mata uang virtual," ungkap Menteri Hukum Korea Selatan Park Sang-ki dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari AFP.

Langkah itu dilakukan Korsel setelah harga bitcoin, ethereal, dan mata uang digital top lainnya dihargai lebih tinggi di bursa Korea Selatan jika dibandingkan dengan di negara-negara lain di dunia. Akibat pengumuman tersebut, harga bitcoin di Korea Selatan anjlok mencapai US$2.000

Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) juga menegaskan mata uang virtual (cryptocurrency) seperti bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk mencermati risikio sebelum memegang uang virtual.

"Posisi BI adalah bitcoin bukan sistem pembayaran yang diakui di Indonesia," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo, beberapa waktu lalu.

Senada dengan dia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan masyarakat agar tidak berspekulasi untuk berinvestasi dengan mata uang virtual, seperti bitcoin, yang mulai dilirik sebagai suatu produk investasi. (E-3)

Baca Juga

Ist

Digitalisasi Dorong Kopi Indonesia Mendunia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 27 Januari 2022, 23:49 WIB
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu yang berpeluang meraih manfaat besar dari pesatnya perkembangan...
Dok. United

Perluas Akses Mendapatkan Sepeda Berkualitas, SBI akan Buka 2 Pusat Distribusi Tahun Ini 

👤Ghanni Nurcahyadi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 22:52 WIB
Direktur Utama SBI Andrew Mulyadi mengungkapkan, pusat distribusi itu nantinya akan makin memudahkan konsumen untuk mengakses sepeda...
MI/Susanto

Strategi Penanganan Pandemi Berbuah Manis pada Perekonomian 

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 27 Januari 2022, 22:20 WIB
“Strategi penanganan covid-19 menghasilkan hasil yang baik, sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan sesuai dengan apa yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya