Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Singkap Solusi Masalah Kota lewat AASCS

MI
23/4/2015 00:00
Singkap Solusi Masalah Kota lewat AASCS
(ANTARA/M. Agung Rajasa)
WALI Kota Bandung Ridwan Kamil berharap penyelenggaraan Asia Africa Smart City Summit (AASCS) sebagai acara pendukung Konferensi Asia Afrika menyingkap solusi permasalahan di kota-kota di Asia dan Afrika. Emil, begitu wali kota biasa dipanggil, juga berharap semua kota bisa menjadi sister cities.

''Negara-negara Asia Afrika mewakili setengah populasi dunia. Asia Afrika memiliki kekuatan yang diperhitungkan, maka penting bagi kita mencari solusi berbagai isu dunia saat ini,'' kata Emil dalam AASCS, kemarin (Rabu 22/4/2015).

Pada sesi diskusi panel, Emil juga memaparkan konsep Bandung menjadi smart city alias kota cerdas. Bandung, jelas Emil, telah merencanakan konsep kota terpadu di kawasan timur kota yang terintegrasi dengan sistem. ''Misalnya di kawasan itu terjadi kebakaran, dalam hitungan detik, informasi tentang kebakaran akan terdeteksi di kantor pemadam kebakaran sehingga petugas segera mencapai lokasi,'' paparnya.

Ketua AASCS Suhono H Supangkat mengingatkan masalah yang dihadapi kota-kota Asia dan Afrika. ''Urbanisasi dan mo-dernisasi saat ini menimbulkan permasalahan perkotaan baru, di antaranya populasi berlebih dan pelayanan publik. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi juga menyediakan inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk mencari solusinya,'' kata Suhono.

Menurut Toshio Obi, pakar kota cerdas dari Universitas Waseda, Jepang, ada lima konsep yang diterapkan untuk kota-kota di Asia Afrika supaya <>smart city dapat terwujud, yakni perencanaan kota, infrastruktur dasar, infrastruktur cerdas, pelayanan kehidupan, serta kebudayaan dan komunitas.

Dia mencontohkan konsep infrastruktur dasar diterapkan kota-kota di Jepang yang rawan gempa dalam bentuk rumah-rumah tahan gempa.

Hari pertama AASCS dibuka di Bandung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kemarin, dan dihadiri 446 peserta dari 69 kota di 39 negara Asia-Afrika, juga tujuh wali kota Indonesia dan 18 dari mancanegara. AASCS digelar hingga hari ini dan akan ditutup oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara.(BU/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik