Senin 09 November 2020, 06:05 WIB

Wujud Keterbukaan Informasi, Edukasi, dan Pusat Penelitian Covid

(put/S1-25) | Advertorial
Wujud Keterbukaan Informasi, Edukasi, dan Pusat Penelitian Covid

DOK: PEMPROV DKI JAKARTA

 

PADA awal pandemi covid-19 di Indonesia, pemerintah pusat menginstruksikan kepada para kepala daerah untuk membentuk ‘crisis center’ untuk penanganan virus korona di Indonesia. Pemerintah pusat juga meminta pemerintah daerah memperbanyak rumah sakit rujukan, sehingga jika ada warga yang tertular virus tersebut dapat segera ditangani.

Merespons hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta melakukan sejumlah terobosan dalam penanganan covid-19.Salah satunya dengan membuat situs Jakarta Tanggap Covid-19 yang bisa diakses di corona.jakarta.go.id. Pembentukan situs resmi itu sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, edukasi masyarakat, dan pusat data kasus covid-19 di Jakarta.

Hingga hari ini sejak diluncurkan pada Maret lalu, situs tersebut sudah dilihat sebanyak 29,7juta kali. Untuk pekan ini saja, situs resmi Pemprov DKI tersebut sudah dilihat sebanyak 133.998 kali.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk tim Tanggap Covid-19 untuk menangani penyebaran virus korona di Jakarta.

Sementara Kepala BLUD Jakarta Smart City Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta Yudhistira Nugraha mengatakan, melalui situs corona. jakarta.go.id, publik dapat mengakses berbagai informasi yang berkaitan dengan data covid-19 di Jakarta, seperti kasus terkonfi rmasi covid-19 di Jakarta dan nasional, berbagai data suspek, kontak erat, dan pasien positif covid-19. “Selain itu, terdapat juga data dengan terminologi lama orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pemantauan (PDP), dan pasien positif. Seluruh data yang ada di situs ini bersumber dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta,” ujar Yudhistira dalam keterangannya.


Pada bagian kasus terkonfirmasi covid-19 nasional terdapat data jumlah kasus positif, kasus aktif, sembuh, dan meninggal. Sementara di bagian kasus terkonfirmasi covid-19 di Jakarta, selain data jumlah kasus positif, kasus aktif, sembuh dan meninggal, ada pula data jumlah isolasi mandiri, jumlah pasien tanpa gejala, bergejala, dan belum diketahui.

Di situs itu juga terdapat data rapid diagnostic test dan tes PCR yang terbagi menjadi tes PCR orang kasus baru dan spesimen yang diperiksa. “Pada setiap jumlah tes terdapat informasi data total tes keseluruhan, juga data jumlah hasil tes reaktif dan nonreaktif untuk tes rapid, juga hasil positif dan negatif untuk tes PCR,” jelas Yudhistira. Selain itu, ditampilkan tabel positivity ratehasil lab covid-19.

Situs ini tidak hanya berisi total data suspek, kontak erat, dan pasien positif, namun juga berisi mapping data umur dan jenis kelamin. Tak hanya itu, situs ini juga memiliki data pemakaman jenazah umum dan pemakaman dengan protap penanganan covid-19.

Visualisasi data dan peta


Visualisasi ini bersifat sebagai pelengkap (komplemen) dari data covid-19 Dinas Kesehatan. Dalam dasbor/visualisasi ini, sumber-sumber data eksternal atau publik juga digunakan untuk memperkaya hasil visualisasi.

Adapun data-data yang divisualisasikan adalah penindakan pelanggaran perusahaan, penindakan pelanggaran oleh Satpol PP, CRM pelanggaran PSBB, kualitas udara Jakarta, CRM terkait covid-19, dampak covid-19 terhadap kemacetan, dan network graph penularan covid-19. Selain data visualisasi, juga terdapat peta kasus, peta kronologis, peta persebaran, dan peta zona pengendalian.

Berbagai data dan informasi yang termuat di corona. jakarta.go.id boleh diakses oleh siapa saja dan dapat dijadikan sebagai data penelitian. Jakarta Smart City telah melakukan penelitian berbasis data covid-19 di Jakarta tersebut dan menghasilkan publikasi di jurnal penelitian internasional.

Penelitian tersebut berjudul Evaluasi Berbasis Data: Kebijakan Pembatasan Mobilitas Publik dalam Mitigasi Persebaran Covid-19 di Jakarta dan Kebijakan Berbasis Data: Analisis dan Prediksi Penyebaran Covid-19 di Jakarta dengan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA).

“Pemprov DKI mengundang seluruh peneliti untuk memanfaatkan data covid-19 yang telah disajikan di website corona.jakarta.go.id. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh masyarakat dapat membantu Pemprov DKI untuk mengambil kebijakan berbasis data, sehingga pandemi covid-19 di Jakarta diharapkan dapat segera berakhir,” ucap Yudhistira. (put/S1-25)

Baca Juga

DOK OHM

Ramadhan ala Cordela Hotel Hadirkan Promo Stay, Iftar, dan Sahur

👤mediaindonèsia.com 🕔Jumat 09 April 2021, 14:23 WIB
Saat ini OHM menjadi operator dari 15 hotel di...
DOK SANTIKA PREMIER BINTARO

Kampoeng Ramadhan Hotel Santika Premiere Bintaro

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 April 2021, 12:00 WIB
Seiring berjalannya waktu di Era New Normal ini Hotel Santika Premiere Bintaro tetap selalu menjalankan Standard Operational Procedure...
Ist

Jaga Keawetan Furnitur dengan Stiker

👤Budi Ernanto 🕔Selasa 19 Januari 2021, 10:24 WIB
Stiker bisa untuk melapisi furnitur agar tampak baru dan tetap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya