Sabtu 15 Juni 2019, 16:00 WIB

Empat Tahun, Program Upsus Siwab Sukses Tingkatkan Populasi Sapi

mediaindonesia.com | Advertorial
Empat Tahun, Program Upsus Siwab Sukses Tingkatkan Populasi Sapi

Dok. Istimewa
Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting dikembangkan Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan daging secara nasional.

 

PROGRAM Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB) yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil memenuhi kebutuhan daging secara nasional. Program ini juga sebagai solusi permanen dalam menjawab tantangan pemerintah terkait masih rendahnya produksi daging.

"Tanpa terobosan semacam ini, maka populasi ternak sapi dalam negeri akan terus terkuras dan semakin merosot. Karena itu, Upsus SIWAB adalah solusi permanen," ujar Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, Ketut Kariyasa.

Menurut Kariyasa, penyediaan daging wajib dilakukan seiring meningkatnya konsumsi masyarakat. Selain itu, penyediaan ini juga sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat swasembada protein.

"Maka itu, kebutuhan daging yang berkualitas dan terjangkau harus tetap tersedia dengan baik. Terlebih pendapatan masyarakat juga semakin meningkat," katanya.

Selain Upsus SIWAB, upaya peningkatan populasi juga dilakukan melalui pengendalian pemotongan sapi betina produktif. Hasilnya, upaya ini mampu menekan pemotongan sapi betina sampai 43%.

Baca juga: Kementan Antisipasi Peredaran Daging Sapi Oplosan

"Pada 2017, pemotongan sapi betina produktif tercatat 21 ribu ekor dan pada 2018 tinggal 12 ribu ekor. Upaya pengendalian ini akan terus dilakukan agar penambahan pupulasi sapi Indonesia semakin banyak," katanya.

Kariyasa menambahkan, saat ini pemerintah juga melakukannya kebijakan pengadaan sapi indukan impor, dimana setiap impotir wajib mengimpor 1 ekor indukan betina.

"Yang jelas, Program ini ditujukan untuk mewujudkan komitmen pemerintah dalam pemenuhan pangan asal hewan," katanya.

Berdasarkan Survei Antar Sensus yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018 mencatat, peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau mencapai 25,8% atau bertambah 3,7 juta ekor untuk periode 2013-2018.

Pada 2013 sendiri populasi sapi dan kerbau hanya 14,24 juta ekor. Namun, pada 2014, 2015 dan 2016 jumlahnya meningkat menjadi 14,61 juta ekor, 15,30 juta ekor dan 16,07 ekor. Bahkan pada 2017 bertambah lagi menjadi 16,69 juta ekor atau nyaris 1 juta ekor dibandingkan tahun sebelumnya.

"Demikian juga pada 2018 peningkatan populasi sapi dan kerbau meningkat sekitar 1 juta ekor, yaitu menjadi 17,91 juta ekor," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

DOK OHM

Ramadhan ala Cordela Hotel Hadirkan Promo Stay, Iftar, dan Sahur

👤mediaindonèsia.com 🕔Jumat 09 April 2021, 14:23 WIB
Saat ini OHM menjadi operator dari 15 hotel di...
DOK SANTIKA PREMIER BINTARO

Kampoeng Ramadhan Hotel Santika Premiere Bintaro

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 April 2021, 12:00 WIB
Seiring berjalannya waktu di Era New Normal ini Hotel Santika Premiere Bintaro tetap selalu menjalankan Standard Operational Procedure...
Ist

Jaga Keawetan Furnitur dengan Stiker

👤Budi Ernanto 🕔Selasa 19 Januari 2021, 10:24 WIB
Stiker bisa untuk melapisi furnitur agar tampak baru dan tetap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya