Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLA makan sangat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan termasuk untuk kulit. Bagi Anda yang memiliki tipe kulit berminyak sebaiknya memperhatikan pola makan dengan baik. Memang suatu hal yang normal apabila seseorang memiliki kulit berminyak. Akan tetapi, jika kulit memproduksi minyak berlebih dapat memicu munculnya jerawat dan dampak lainnya pada kulit
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (FK UM) Surabaya Neny Triastuti sekaligus dokter kecantikan menjelaskan ada beberapa makanan tertentu yang dapat memicu produksi minyak dan menyebabkan produksi sebum berlebih sehingga memunculkan jerawat.
Neny menyebut 6 makanan ini bisa memicu kulit menjadi lebih berminyak, seperti dikutip dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Surabaya;
1. Gula
Neny menjelaskan makanan tinggi gula terbukti meningkatkan produksi IGF-1, hormon peptida yang merangsang pertumbuhan tetapi juga dapat menyebabkan produksi sebum atau minyak berlebih.
Untuk menghindari kulit terlalu berminyak, kamu wajib mengurangi asupan gula harian.
“Seseorang yang menyukai makanan manis, cobalah ganti camilan tinggi gula dengan makanan manis yang lebih sehat, seperti buah atau salad,” saran Neny.
2. Garam
Mengonsumsi garam berlebih dapat menyebabkan dehidrasi, retensi air, pembengkakan, dan kantung mata. Garam juga dapat menyebabkan peningkatan kadar minyak saat kulit mencoba melawan dehidrasi.
“Untuk itu, batasi asupan garam dengan menghindari makanan olahan yang mengandung garam tingkat tinggi dan hindari menambahkan garam ekstra ke makanan,” ucap Neny.
3. Daging Merah
Daging merah mengandung lemak jenuh yang tinggi, dapat meningkatkan peradangan pada kulit. Neny mengungkapkan peradangan yang berlebihan dapat menyebabkan produksi minyak berlebih. Seseorang bisa membatasi asupan lemak jenuh dengan mengalihkan konsumsi daging merah ke unggas atau ikan.
4. Biji-bijian Olahan
Tepung olahan mengalami kehilangan serat, mineral, antioksidan, lemak, protein, vitamin, dan karbohidrat penting lainnya saat diproses. Tepung putih olahan yang biasa ditemukan dalam roti, kue, sereal, pasta, dan nasi diyakini menyebabkan lonjakan cepat kadar gula darah.
“Ini akan menghasilkan insulin yang lebih tinggi dalam aliran darah, dan akan menyebabkan produksi minyak berlebih pada kulit,” jelas Neny.
Neny memaparkan biji-bijian utuh dapat menjadi alternatif yang sangat baik untuk tepung putih olahan. Konsumsi beras merah, quinoa, dan pasta dari biji-bijian utuh akan memberi asupan serat tingkat tinggi yang akan menjaga kadar gula darah stabil dan menyeimbangkan produksi minyak.
5. Makanan pedas
Makanan pedas bisa bermanfaat untuk metabolisme, tapi juga memiliki efek yang sangat buruk untuk kulit, terutama jika rentan terhadap kondisi, seperti jerawat dan rosacea yang disebabkan oleh kulit yang terlalu berminyak.
Neny menjelaskan makanan panas akan menaikkan suhu tubuh dan melebarkan pembuluh darah, yang akan mengiritasi kulit dan membuat kulit semakin meradang.
“Jika ingin menyeimbangkan produksi minyak dan mengontrol kulit berminyak, kurangilah konsumsi makanan pedas," sarannya.
"Bahkan, jika sedang mencoba menghilangkan kondisi jerawat dan rosacea, sebaiknya hentikan konsumsi makanan pedas sama sekali," lanjutnya.
6. Produk Susu
Produk susu dapat memicu kulit wajah jadi lebih berminyak, bahkan berjerawat. Hal ini disebabkan, produk susu mengandung hormon tingkat tinggi yang merangsang kelenjar sebaceous dan dapat meningkatkan produksi minyak dan pori-pori tersumbat.
Neny menyarankan, sebagai alternatif, seseorang bisa mengganti susu hewani dengan susu almon atau kenari. Selain itu, gantilah produk keju konvensional dengan keju vegan.(M-4)
Harga garam di tingkat petani melonjak dari sebelumnya Rp1.200 per kilogram meningkat menjadi Rp2.600 per kilogram.
Kontribusi Jatim belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petambak dan pembudidaya. Ketiadaan HPP untuk garam dan ikan membuat harga sangat fluktuatif.
Garam memiliki potensi nilai tambah yang jauh lebih besar dari sekadar bahan konsumsi rumah tangga. Garam dapat dikembangkan jadi bahan baku kosmetika, farmasi, industri, dan baterai.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka keran impor untuk sejumlah komoditas strategis, beras, jagung, gula konsumsi, dan garam.
Dokter jelaskan alasan bayi di bawah 1 tahun tak boleh diberi garam, gula, atau madu. Simak penjelasan medis dan pilihan makanan aman.
Ia menekankan pentingnya kombinasi antara investasi teknologi, pembangunan infrastruktur, regulasi yang berpihak pada petambak.
Makanan pedas adalah makanan bercita rasa panas yang nikmat jika dikonsumsi secukupnya, tetapi bisa berdampak buruk bila berlebihan.
Pedas ternyata bukan rasa, melainkan reaksi tubuh terhadap capsaicin. Ilmuwan menjelaskan bagaimana otak belajar menikmati sensasi ini.
Makanan pedas ini bisa menimbulkan sensasi panas di mulut dan tenggorokan, membuat tubuh berkeringat atau wajah memerah
Capsaicin dapat menyebabkan luka pada permukaan lambung yang dapat meningkatkan gerak peristaltik dari usus. Kandungan itu juga dapat menyebabkan refluks lambung.
Makanan pedas merupakan jenis makanan yang menimbulkan rasa panas di mulut karena kandungan cabai atau rempah tertentu, yang bisa dinikmati dalam jumlah wajar tapi berisiko
Makanan pedas merupakan makanan yang memberi sensasi panas karena senyawa alami dari rempah atau cabai, yang bisa bermanfaat maupun berbahaya tergantung jumlah konsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved