Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA kebiasaan tanpa disadari dapat merusak kesehatan gigi. Sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi, sebab apabila gigi bermasalah, bagian tubuh lainnya juga ikut terkena dampak buruk.
Misalnya, apabila terdapat gigi berlubang, makanan saat dikunyah oleh gigi tidak hancur dengan sempurna sehingga organ tubuh lainnya kesulitan untuk menyerap nutrisi makanan.
Edukasi terkait perawatan gigi sangat penting. Dokter gigi Drg. Maesa Uswa Eastyqoma, pemilik dan pendiri Maesa Dental Clinic mengatakan sangat penting untuk edukasi terkait perawatan gigi yang baik agar memproteksi gigi secara dini dari kerusakan. Hal ini termasuk mengubah kebiasaan-kebiasan buruk yang dapat merusak gigi.
Maesa menjelaskan bahwa terdapat beberapa bahaya makan di satu sisi mulut, sebagai berikut.
1. Membuat wajah tidak simetris
Makan di satu sisi mulut saja dalam jangka waktu panjang membuat wajah kiri atau kanan tidak simetris seperti pipi kanan atau kiri lebih tembam.
2. Memperbanyak karang gigi.
Bagian gigi yang jarang digunakan akan munculnya banyak karang gigi. Oleh sebab itu, Maesa menyarankan untuk masyarakat bisa makan dengan kedua sisi mulut agar semua gigi dapat mengunyah makanan dengan baik.
Gigi ompong
Selain itu, Maesa menjelaskan bahwa kasus kerusakan gigi yang terbanyak ialah gigi ompong.
"Ternyata gigi ompong adalah kasus kerusakan gigi yang terbanyak. Gigi ompong ini akan berdampak ke gigi yg lain. Gigi ompong akan menyebabkan gigi kanan dan kiri akan bergerak apabila tidak dipasang gigi palsu," ungkap Maesa, saat grand launching Maesa Dental Clinic, Senopati, Jakarta Pusat, hari ini.
Menurut Maesa, gigi harusnya dipertahankan karena gigi digunakan seumur hidup. Pencabutan gigi adalah langkah yang terakhir yang dilakukannya sebagai dokter gigi, dia lebih mengusahakan terlebih dahulu memperbaiki kerusakan gigi pasien ketimbang langsung mencabutnya.
Lebih lanjut, Maesa menjelaskan bahwa gigi yang sehat akan mendukung tubuh untuk mendapatkan gizi dan nutrisi dari makanan, sebab gigi yang baik akan memudahkan makanan hancur dengan sempurna ketika dikunyah dalam mulut.
Gigi yang berlubang bisa menyebabkan makanan tidak dikunyah dengan sempurna dalam mulut sehingga bisa memicu sakit maag. Selain itu, bau mulut yang tidak sedap pun juga bisa muncul dari gigi berlubang.
"Kurang minum air putih, makan makanan yang kurang sehat, ada gigi berlubang dan karang gigi juga bisa sebabkan bau mulut. Banyak penyebab bau mulut, sebaiknya kontrol ke dokter gigi agar tahu apa penyebabnya," jelas Maesa. (M-2)
Ketiga masalah itu adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang, serta masih rendahnya kesadaran akan perawatan gigi preventif secara rutin.
Bedah ortognatik merupakan prosedur korektif untuk menangani kelainan posisi rahang yang dapat memengaruhi fungsi mengunyah, berbicara, bernapas, serta estetika wajah.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Infeksi HIV/AIDS tak hanya berdampak sistemik, tetapi juga sering kali memunculkan gejala di rongga mulut yang dapat menjadi indikator awal infeksi.
Pembiaran bisa berpotensi menyebabkan pembengkakan gusi atau lubang semakin besar, dan pada akhirnya, kemungkinan terburuk adalah gigi harus dicabut.
Masyarakat cenderung menunda melakukan perawatan gigi karena kekhawatiran pada harga yang tidak pasti dan kurangnya informasi mengenai layanan yang dibutuhkan.
Ketiga masalah itu adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang, serta masih rendahnya kesadaran akan perawatan gigi preventif secara rutin.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Sikat gigi sebaiknya dilakukan maksimal dua kali dalam sehari yakni ketika pagi hari setelah sarapan dan malam hari menjelang waktu tidur.
Biasanya kalau sudah ada bercak putih itu sebenarnya sudah ada ciri khas dari lubang awal. Jadi putih bukannya semakin kuat tapi justru ini lagi ada dalam kondisi rapuh.
Atasi gigi berlubang tanpa ke dokter! Temukan cara alami menutup lubang gigi, redakan nyeri, dan cegah kerusakan lebih lanjut. Solusi rumahan ampuh & mudah!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved