Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH mode mewah asal Italia, Prada, merancang pakaian astronaut untuk misi bulan Artemis III Nasa, yang direncanakan pada 2025. Prada bekerja sama dengan Axiom Space, sebuah perusahaan teknologi luar angkasa dan pemasok pakaian astronot NASA yang berbasis di Texas, AS.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan Prada dalam pakaian antariksa Axiom Extravehicular Mobility Unit (AxEMU),” kata CEO Axiom Space Michael Suffredini seperti dikutip dari laman resmi Axiom Space.
“Keahlian teknis Prada dalam hal bahan mentah/baku, teknik manufaktur, dan konsep desain inovatif akan menghadirkan teknologi canggih yang berperan penting dalam memastikan tidak hanya kenyamanan astronot di permukaan bulan, tetapi juga pertimbangan faktor manusia yang tidak ada pada pakaian antariksa sebelumnya," lanjutnya.
Pakaian tersebut perluasan dari pakaian luar angkasa Exploration Extravehicular Mobility Unit (xEMU) yang digunakan oleh astronaut NASA. Pakaian antariksa AxEMU akan memberi para astronaut kemampuan eksplorasi ruang angkasa dan meningkatkan fleksibilitas, perlindungan yang lebih besar untuk menahan lingkungan yang keras, dan alat khusus untuk eksplorasi dan peluang ilmiah.
Baca juga: Tiga Astronaut Tiongkok Mendarat di Bumi
Dengan menggunakan teknologi dan desain inovatif, pakaian antariksa ini akan memungkinkan eksplorasi permukaan bulan yang lebih luas dibandingkan sebelumnya.
Pada proyek kolaboratif untuk pakaian astronaut tersebut, Prada memiliki peran utama pada pembentukan lapisan luar pakaian yang merupakan lapisan ringan namun harus melindungi bagian dalamnya dari tantangan lingkungan seperti debu bulan. Akan tetapi, tak boleh menghalangi mobilitas secara keseluruhan.
Lorenzo Bertelli selalu Direktur Pemasaran Prada mengatakan Prada memiliki banyak pengetahuan tentang cara mengemas kain menjadi pakaian dengan mobilitas yang baik.
“Prada memiliki banyak pengalaman dengan berbagai jenis kain komposit dan mungkin benar-benar dapat memberikan kontribusi teknis yang nyata pada lapisan luar pakaian antariksa baru,” menurut Profesor Jeffrey Hoffman, yang menerbangkan lima misi NASA dan telah melakukan empat kali perjalanan luar angkasa.
“Pakaian antariksa benar-benar seperti miniatur pesawat ruang angkasa. Pakaian tersebut harus memberikan tekanan, oksigen, dan menjaga suhu,” tambahnya.
Pengembangan pakaian antariksa ini merupakan tonggak penting dalam memajukan eksplorasi ruang angkasa, dan memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bulan, tata surya, dan hal-hal lainnya.(M-4)
Update terbaru Jupiter Maret 2026: NASA ungkap Jupiter lebih kecil dan gepeng dari perkiraan. Cek juga jadwal parade planet dan pendekatan komet antarbintang.
Berbeda dengan Bumi yang memiliki lempeng tektonik yang saling bertabrakan atau menjauh, Bulan hanya memiliki satu kerak yang utuh dan berkesinambungan.
NASA terpaksa menarik mundur roket SLS misi Artemis II dari landasan luncur akibat gangguan aliran helium. Peluncuran ke bulan kini dijadwalkan paling cepat April.
NASA telah merilis laporan temuan dari Tim Investigasi mengenai Uji Penerbangan Berawak Boeing CST-100 Starliner.
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved