Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
Para ilmuwan memperingatkan jumlah kerapu goliat, ikan raksasa yang beratnya bisa mencapai 360 kilogram (hampir 800 pon) yang disukai para penyelam di Florida, menurun. Hal itu terjadi sejak pemerintah negara bagian AS itu mengizinkan penangkapan ikan raksasa tersebut dilanjutkan.
“Tidak ada tempat lain di mana Anda bisa merasakan ikan sebesar itu saat Anda menyelam – dan berada sedekat ini dengannya,” kata Dr. James Locascio, ahli biologi kelautan di Mote Marine Laboratory, kepada AFP. "Jadi, sungguh, kami merasa ikan hidup jauh lebih berharga daripada ikan mati," sindirnya, merujuk pada penangkapan ikan ini secara berasrt-besaran.
Selama bulan ini, di lepas Pantai Boynton, di pantai Atlantik Florida di utara Miami, para penyelam dibuat takjub oleh ikan raksasa ini, yang panjangnya bisa mencapai 2,4 meter (delapan kaki).
"Kami benar-benar takjub dengan banyaknya ikan kerapu yang muncul di kawasan Pantai Boynton," kata penyelam Ben Galemmo kepada AFP. "Namun, dari obrolan dengan penduduk setempat, (populasi) ikan ini sebenarnya telah menurun jumlahnya dalam beberapa tahun terakhir."
Sebuah penelitian terbaru menegaskan tren tersebut. “Industri penyelaman melaporkan bahwa mereka semakin sedikit melihat ikan-ikan ini,” kata Locascio, ahli biologi kelautan.
Hal ini, menurut dia, dapat menghancurkan bisnis penyelaman lokal. Tahun lalu, ketika para peneliti di laboratorium Mote mengulangi sensus lokasi pemijahan (tempat reproduksi ikan) yang pertama kali dilakukan pada 2013, mereka mengamati jumlah ikan kerapu goliat yang jauh lebih sedikit di lima dari enam lokasi yang diteliti.
Penangkapan ikan yang berlebihan telah menyebabkan spesies ini hampir punah pada tahun 1980an, namun upaya konservasi berhasil menyelamatkannya. Penangkapan ikan kerapu goliat dilarang selama lebih dari 30 tahun.
Namun pada tahun lalu, pihak berwenang Florida menganggap populasi ikan tersebut sudah cukup pulih, dan mengizinkan 200 ekor ikan ditangkap dan dibunuh setiap tahun di perairan negara bagian tersebut.
Sayangnya, ikan kerapu goliat mudah ditangkap secara berlebihan karena pertumbuhannya yang lambat -- dapat hidup hingga 30 tahun -- dan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk berkembang biak.
Menurut Locascio, Kerapu Goliat sekarang digolongkan sebagai spesies “rentan” oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam. “Ikan ini spesies penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Kami tidak ingin populasinya menurun.”
Selain di Florida, ikan besar ini juga hidup di perairan Teluk Meksiko, Karibia, dan lepas pantai Brasil. (AFP/M-3)
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq sepakat perkuat kolaborasi kampus dan pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.
Dalam satu tahun terakhir, Delonix Hotel Karawang menjalankan program keberlanjutan terstruktur yang mengacu pada kerangka kerja berbasis sains dari EarthCheck.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan dan non-kehutanan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terkait pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved