Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS hak penyandang disabilitas dan Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia merilis buku terbaru berjudul Menuju Indonesia Inklusi. Buku tersebut merupakan buku keempatnya, yang ditulis berdasarkan pengalamannya pada 2019-2020.
Pada bab pertama, buku ini berisi pandangan luas mengenai kondisi disabilitas di Indonesia. Termasuk jumlah yang merujuk data BPS 2020 adalah sekitar 22,9 juta jiwa, dengan beragam spektrum disabilitas mulai dari fisik (sensorik dan motorik), intelektual dan mental.
Sementara bab kedua buku Angkie mengajak pembaca untuk membayangkan bagaimana gambaran Indonesia sebagai negara yang inklusi dan ramah terhadap kelompok disabilitas.
Baca juga: Pemikiran Denny JA Soal Agama Mendorong Pencerahan
“Bab tiga, ada sejarah komisi nasional disabilitas, lembaga yang disahkan presiden. “Di bab keempat dan kelima, saya berbicara tentang para sosok penyandang disabilitas yang berprestasi. Mereka yang berjuang di balik keterbatasan, dan membuktikan mampu,” kata Angkie dalam peluncuran buku Menuju Indonesia Inklusi di kawasan Jakarta Pusat, Jumat, (21/7).
Angkie juga mengajak para pembaca dan teman disabilitas untuk memberikan suara dan harapan mereka terhadap situasi yang perlu dicapai mendatang. Ia juga tidak menutup mata meski saat ini beberapa upaya telah dilakukan dalam terwujudnya kesetaraan akses bagi teman-teman disabilitas tapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.
Baca juga: Strategi Akad Group Pikat Pembaca Milenial dan Gen Z
Saat ini buku Menuju Indonesia Inklusi yang diterbitkan Media Indonesia Publishing masih tersedia versi cetak. Buku akan tersedia di toko-toko buku dan bisa dibeli via akun Instagram @menujuindonesiainklusi. Ke depan, agar teman netra juga bisa membaca juga akan tersedia versi digital. Sebagian keuntungan dari tiap buku terjual juga akan digunakan untuk beasiswa pendidikan vokasi bagi teman-teman disabilitas.
(Z-9)
Acara yang berlangsung pada Jumat, 26 September 2025 ini juga sekaligus memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional yang diperingati setiap 23 September.
Program ini merekrut kalangan disabilitas menjadi afiliator tanpa modal melalui pelatihan vokasi dan pendampingan intensif penjualan online.
Peran dari masyarakat bisa membantu teman disabilitas untuk aktif di ruang dan kegiatan publik.
Berlangsung selama dua hari mulai Rabu (12/11), di komplek Media Group, Festival Setara dan Berdaya 2024 melibatkan lebih dari 400 penyandang difabel bersama komunitas pendukung mereka.
MENSOS Saifullah Yusuf bersama Stafsus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia membahas pertemuan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia dengan Presiden.
Angkie kehilangan pendengaran saat usianya 10 tahun, ini terjadi karena kesalahan penggunaan obat-obatan antibiotik saat malaria menyerang dirinya.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Mitra Netra pun mengajak seluruh pemangku peran untuk memastikan tersedianya kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas netra.
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved