Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Peneliti Kolombia Temukan Jejak Langka Paus Bungkuk Menyusui
Muntahan susu menyebar di kedalaman di lepas pantai Kolombia saat anak paus melepaskan diri setelah menyusui pada induknya. Para ilmwan berharap temuan langka ini dapat berkontribusi pada konservasi spesies tersebut.
Paus bungkuk seberat 900 kilogram itu terlihat naik ke permukaan untuk bernapas di Teluk Cupica, Kolombia, usai menyusui anak-anaknya. “Pemandangan seperti itu sebelumnya hanya pernah tertangkap kamera sebanyak dua kali,” kata ahli biologi Natalia Botero, yang timnya di Macuaticos Foundation memfilmkan momen intim antara ibu dan anak itu, Agustus lalu.
"Terlepas dari upaya puluhan tahun oleh ribuan peneliti, jam kerja, kolaborasi, rekaman laktasi (menyusui) itu sangat jarang," katanya pada presentasi publik pertama video di Medellin bulan lalu.
“Dari segi ilmiah ini merupakan langkah penting, termasuk untuk konservasi,” tambahnya.
Temuan itu dimungkinkan dengan sensor yang dipasang hanya beberapa jam di bagian belakang paus tersebut. Sistem itu menyertakan kamera dan GPS serta perangkat untuk merekam suara yang dihasilkan paus.
Setelah mencari makan selama beberapa bulan di Semenanjung Antartika dan Selat Magellan di Cile, ribuan paus melakukan perjalanan panjang setiap tahun ke perairan hangat daerah tropis untuk berkembang biak di sepanjang hamparan Pasifik dari Kosta Rika hingga Peru.
Dari bulan Juni hingga November, perairan lepas pantai Kolombia menjadi tuan rumah bagi paus bungkuk - cetacea raksasa yang dapat tumbuh hingga sepanjang 17 meter (55 kaki), beratnya sekitar 40 ton, dan menempuh jarak sekitar 8.500 kilometer (5.280 mil) setiap musim kawin.
"Meski paus bungkuk sekarang dilindungi dari perburuan komersial, mereka masih menghadapi berbagai ancaman," kata Botero.
"Dengan mempelajari lebih banyak tentang perilaku mereka, kita dapat mengambil tindakan konservasi yang tepat." (AFP/M-3)
Rekaman langka menunjukkan ikan remora menempel di tubuh paus bungkuk di perairan Queensland.
Riset terbaru dari University of Hawai'i mengungkapkan anak paus bungkuk memerlukan energi 38 kali lebih besar setelah lahir.
Seorang pendayung kayak berusia 24 tahun, Adrian Simancas, mengalami momen menegangkan ketika ia sempat tertelan oleh paus bungkuk saat berkayak bersama ayahnya di Selat Magellan.
Polisi Brasil sedang menyelidiki mantan Presiden Jair Bolsonaro terkait dugaan pelecehan terhadap paus bungkuk.
Dari tahun 2012 hingga 2021, jumlah paus bungkuk turun 20% dari sekitar 33 ribu ekor menjadi kurang lebih lebih dari 26 ribu ekor.
Populasi paus bungkuk di Pasifik Utara mengalami penurunan tajam sebesar 20% dalam satu dekade. Penelitian menunjukkan gelombang panas laut mungkin menjadi penyebab utamanya.
Indonesia menegaskan komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa.
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Senyawa alami memiliki keragaman struktur kimia dan mekanisme aksi yang menjadikannya sumber utama dalam pengembangan agen preventif penyakit kronis.
"Kami melihat akar masalah sesungguhnya adalah perusakan ekosistem hulu sampai hilir dari daerah aliran sungai dan kelalaian tata ruang yang terjadi secara sistematik,”
DEPUTI Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas menekankan agar pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati harus dikelola secara bertanggung jawab.
MOMEN Global Climate Change Week 2025 (GCCW2025) yang berlangsung setiap akhir Oktober menjadi pengingat pentingnya kontribusi semua pihak untuk menekan laju perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved