Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Kehadiran teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mengancam sejumlah profesi, termasuk para dubber (artis sulih suara). Kini, mereka ramai-ramai menyuarakan perlawanan terhadap penggunaan teknologi tersebut. Mereka khawatir AI akan mengambilalih peran mereka. Apalagi, sejauh ini belum ada regulasi yang mengatur kecerdasan buatan yang kini dapat menghasilkan atau mengkloning suara manusia.
"Kami melawan monster besar," kata Mario Filio, dari Meksiko yang telah menjadi dubber untuk bintang Hollywood Will Smith, karakter Obi-Wan Kenobi di Star Wars, dan seekor lemur pencinta pesta di film animasi Madagaskar.
Dengan slogan "Jangan curi suara kami", lebih dari 20 serikat dan asosiasi pekerja sulih suara dari Eropa, Amerika Serikat, dan Amerika Latin, para seniman artis di belakang layar ini telah membentuk koalisi Persatuan Artis Sulih Suara. Koalisi ini mewakili artis sulih suara, narator iklan, film, buku audio, dan video gim yang khawatir suara mereka digantikan oleh mesin, atau bahkan dikloning oleh kecerdasan buatan tanpa persetujuan mereka.
Baca juga : Meta Luncurkan MusicGen, Ciptakan Musik dari Teks
"Penggunaan kecerdasan buatan yang diskriminatif dan tidak diatur adalah risiko yang dapat menyebabkan kepunahan warisan artistik kreativitas dan keajaiban manusia, aset yang tidak dapat dihasilkan oleh mesin," demikian pernyataan kelompok tersebut, yang anggotanya termasuk Asosiasi Nasional AS untuk Voice Actors (NAVA) dan Organisasi United Voices Amerika Latin.
"Suara kami adalah mata pencaharian kami," kata wakil presiden NAVA Carin Gilfry dalam sebuah pernyataan bulan lalu. "Dan jika kita tidak memiliki kendali atas bagaimana suara itu digunakan, kita tidak bisa mencari nafkah," tambahnya.
Sejauh ini, artis sulih suara sudah tersaingi dengan kehadiran teknologi text-to-speech yang mengubah kata-kata tertulis menjadi suara sintetis. Sekarang kecerdasan buatan telah membawa ancaman baru.
Baca juga : Didukung AI, Seleris Luncurkan Platform Underwriting Asuransi Jiwa dan Kesehatan
Berkat pembelajaran mesin, perangkat lunak itu kini dapat membandingkan sampel suara dengan jutaan sampel yang sudah ada, dan mengidentifikasi pola yang menghasilkan suara tiruan.
"Mereka mencomot suara-suara yang telah kami hasilkan selama bertahun-tahun," kata Dessiree Hernandez, presiden Asosiasi Penyiar Komersial Meksiko. "Kami berbicara tentang hak untuk menggunakan suara yang dicuri tanpa persetujuan," tambahnya.
Beberapa platform kini telah menawarkan layanan text-to-speech dengan harga yang lebih murah dari biaya profesional. Revoicer.com, salah satu platform mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud untuk menggantikan sulih suara manusia, tetapi untuk menawarkan alternatif yang lebih cepat dan lebih murah.
Meski terus dipekerjakan, para artis pengisi suara curiga pihak perusahaan menggunakan suara mereka untuk membangun bank data. Para seniman itu kini sedang mencari alat untuk melacak suara mereka dalam menghadapi pembajakan yang kian canggih.
“Mereka menginginkan adanya undang-undang untuk mencegah rekaman suara mereka digunakan untuk mengembangkan AI tanpa persetujuan mereka, dan juga mendukung pengaturan kuota untuk sulih suara manusia,” kata artis sulih suara asal Kolombia, Daniel Soler de la Prada. (AFP/M-3)
Co-founder Block, Jack Dorsey, mengumumkan PHK terhadap 4.000 lebih karyawan. Ia menyebut penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) membuat tim kecil bekerja lebih baik.
OpenAI catat lonjakan prompt Ramadhan 85% di ChatGPT Indonesia. Simak cara optimasi AI untuk menu sahur, jadwal ibadah, dan ide bisnis via Agent Mode.
PEMANFAATAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI dinilai mampu mendukung tenaga medis dalam mengidentifikasi kanker paru sejak tahap awal
Vice President Google Darren Mowry memperingatkan dua jenis startup AI yang berisiko sulit bertahan, yakni LLM wrapper dan agregator AI, jika tidak memiliki diferensiasi bisnis yang kuat.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung adalah keterlambatan diagnosis.
Teknologi AI di 2026 mampu memprediksi risiko serangan jantung bertahun-tahun lebih awal melalui analisis EKG dan CT Scan. Simak ulasan lengkapnya.
Transformasi itu bahkan mendorong efisiensi tinggi, mengubah budaya kerja, dan meningkatkan nilai bagi pelanggan.
Tech Data, anak perusahaan TD SYNNEX, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sangfor Technologies untuk menghadirkan solusi infrastruktur teknologi informasi (TI) terintegrasi.
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved