Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Serangan jantung merupakan hal yang harus diwaspadai oleh semua orang, baik pria maupun wanita. Pada wanita, mereka yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur ternyata memiliki potensi lebih besar untuk mengalami serangan jantung dibandingkan yang menstruasinya teratur.
Berbagai data menunjukkan wanita lebih rendah risikonya untuk mengalami serangan jantung dibandingkan pria. Namun, ketika seorang wanita mengalami serangan jantung, risikonya untuk mengalami kematian lebih tinggi dari pria. Karena itu, upaya pencegahan dengan mengenali setiap faktor risiko terhadap serangan jantung pada wanita harus dilakukan dengan maksimal.
Sebuah studi yang dilakukan Southern Medical University Nanfang Hospital, Tiongkok, menyatakan wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit kardiovaskular. Penelitian yang dirilis di Journal of the American Heart Association Trusted Source itu dilakukan di tahun 2022 dan melibatkan data rekam medis sebanyak 58 ribu wanita di Inggris.
Baca juga: Jadi Andalan Penderita Kolesterol Tinggi, Ini Manfaat dan Efek Samping Obat Simvastatin
Kepala penelitian tersebut, Profesor Huijie Zhang mengatakan partisipan penelitian tersebut berusia sekitar 40 tahun. Mereka adalah wanita yang sehat dan tidak memiliki masalah kardiovaskular bawaan. Dari data tersebut, hasilnya menunjukkan wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur dalam jangka panjang, lebih dari satu dekade, lebih banyak mengalami masalah kardiovaskular.
“Dari penelitian ini diketahui bahwa wanita yang siklus menstruasinya kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari memiliki risiko mengalami penyakit kardiovaskular dan serangan jantung lebih besar 19% dibandingkan yang teratur siklus menstruasinya,” Huijie Zhang, dilansir dari Medical News Today, Sabtu, (27/5).
Baca juga: Penderita Insomnia Berisiko Lebih Tinggi Terkena Serangan Jantung
Wanita dengan siklus mens yang lebih singkat atau kurang dari 21 hari memiliki risiko 29% lebih besar mengalami serangan jantung. Sementara yang siklusnya panjang atau lebih dari 35 hari memiliki risiko 11% lebih besar mengalami serangan jantung.
Selain itu, wanita yang siklus menstruasinya pendek juga berisiko 38% lebih besar mengalami gangguan irama jantung. Sementara yang siklusnya panjang berisiko 30% lebih besar mengalami gangguan irama jantung.
“Penyakit kardiovaskular adalah salah satu penyebab terbesar kematian pada wanita di seluruh dunia. Penelitian ini bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran itu dan membuat wanita yang berisiko bisa melakukan berbagai pencegahan,” ujar Zhang.
Zhang mengatakan ketika mengetahui bahwa dirinya mengalami siklus menstruasi tak teratur dalam jangka panjang, setiap wanita harus segera berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa mendatangi dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau spesialis kandungan untuk mencari penyebab dan solusinya. Dengan begitu diharapkan risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung bisa ditekan.
(Z-9)
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Telur merupakan sumber protein hewani yang sudah menjadi pangan pokok dan banyak dikonsumsi masyarakat.
Obesitas dan diabetes, dua penyakit kardiovaskular yang semakin meningkat di Indonesia, tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi.
PENELITIAN yang diterbitkan dalam Jurnal Asosiasi Jantung Amerika menemukan infeksi virus kronis tertentu seperti herpes zoster dan hepatitis C dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.
Banyak kebiasaan yang tampak sepele ternyata membawa dampak besar bagi jantung dalam jangka panjang.
Fenomena stroke di usia muda meningkat. Stres kronis, gaya hidup modern, dan tekanan emosional kini jadi faktor utama risiko stroke generasi produktif.
Nyeri saat menstruasi sering dianggap hal biasa oleh banyak perempuan, namun sebaiknya tidak diabaikan. Rasa sakit yang berlebihan bisa menjadi tanda adanya masalah
Penanganan bayi tabung (IVF) di Indonesia masih sangat rendah, hanya mencapai 10% dari standar global.
Ada kalanya siklus haid tidak teratur dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah medis hingga gaya hidup
Pada wanita, diabetes juga bisa sebabkan gangguan atau perubahan hormon yang tidak teratur. Salah satunya adalah siklus menstruasi yang jadi tidak teratur.
Namun, sebelum membahasnya lebih jauh pahami dulu yuk, latar belakang haid disebut tidak lancar dan penyebab serta cara mengatasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved