Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengacara yang benci kalah dari laki-laki, dan aktor papan atas yang sama sekali tidak mempercayai perempuan sama-sama beranggapan cinta itu tidak ada artinya. Apa jadinya ketika keadaan membuat mereka terpaksa berkencan dengan satu sama lain?
Kisah itu tersaji dalam drama Korea (drakor) terbaru garapan sutradara Kim Jeong-won, Love to Hate You. Komedi romantis tentang bagaimana perempuan yang sangat benci kalah dari laki-laki dan laki-laki yang menyimpan ketidakpercayaan mendalam pada perempuan. Meski bertolak belakang, keduanya dilanda cinta penuh gejolak.
Kim Ok-vin memerankan Yeo Mi-ran, pengacara pemula di firma hukum hiburan Gilmu. Sementara Yoo Teo memerankan Nam Kang-ho, aktor papan atas yang sangat tidak mempercayai perempuan itu. Dari pertemuan pertama mereka yang penuh permusuhan akibat kesalahpahaman dan kecurigaan, keduanta lalu akhirnya saling memahami.
Kim Ok-vin, yang terkenal dengan perannya dalam film action-thriller seperti Thirst (2009) dan The Villainess (2017), mengatakan ia memilih untuk membintangi komedi romantis yang ringan karena ia mulai bosan dengan peran-peran serius.
"Memerankan peran-peran serius sangat membosankan. Naskah Love to Hate You menarik perhatian saya karena membuat saya tertawa. Ini mungkin peran yang paling mudah diingat dan lucu dalam karier akting saya,” kata Ok-vin dikutip dari The Korea Times, Sabtu, (11/2).
Dalam drakor tersebut, karakter pengacara Yeo digambarkan sebagai ahli bela diri yang terampil yang juga mampu mengendarai sepeda motor.
“Saya bertanya-tanya apakah penulis skenario Choi Soo-young menulis cerita ini karena memikirkan saya karena saya dan Yeo memiliki banyak kesamaan," jelas Ok-vin.
Lawan main Ok-vin, Yoo Teo, yang film terbarunya Past Lives terpilih dalam Festival Film Berlin ke-73, mengatakan serial ini sangat menarik dan juga aneh.
“Alur ceritanya orisinal dan tidak biasa dengan cara yang berbeda dari drama komedi romantis pada umumnya. Namun, tetap menawan dan sangat mudah dipahami,” kata Yoo.
(M-4)
Bercinta Dengan Maut
Serial drama Korea Siren’s Kiss menyoroti kisah penuh intrik antara seorang penyelidik asuransi dan seorang perempuan misterius yang berada di pusat pusaran kematian.
Demi menghidupkan karakter utama di serial Algojo, Arya rela menghabiskan waktu selama dua bulan untuk mendalami teknik bela diri dan melakukan riset mendalam ke sisi kelam dunia jalanan.
Sejak episode perdana Shine On Me, chemistry emosional yang kuat antara keduanya menjadi daya tarik utama yang memikat penonton untuk terus mengikuti perkembangan cerita.
Serial Algojo menjadikan wilayah Jakarta Utara sebagai arena utama pertarungan moral dan fisik para karakternya.
Menyusul kesuksesan musim pertamanya, babak baru dalam kehidupan detektif Alex Cross ini dijadwalkan tayang perdana secara global pada 11 Februari 2026.
Aktor Korea Selatan Kim Seon-ho mengungkap fakta menarik di balik salah satu adegan paling ikonik dalam episode pertama drama Can This Love Be Translated?.
AKTOR Korea Selatan, Kim Seon-ho, kembali memikat perhatian penggemar lewat drama terbaru Netflix berjudul Can This Love Be Translated?. Seon-ho mengungkapkan pendekatannya unik
Kim Seon ho dan Go Youn-jung mengunjungi Indonesia untuk berjumpa dengan fan pada Jumat, (16/1) promosi serial terbaru Netflix Can This Love Be Translated?
Rekomendasi 40+ drama Korea romantis terbaik tahun 2025. Dari office romance, sageuk, hingga kisah cinta paling menyayat hati.
Drama Korea No Tail to Tell menghadirkan kisah gumiho Gen Z unik dibintangi Kim Hye Yoon dan Park Solomon.
Serial drama Korea Siren’s Kiss menyoroti kisah penuh intrik antara seorang penyelidik asuransi dan seorang perempuan misterius yang berada di pusat pusaran kematian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved