Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Hipertensi atau darah tinggi dapat menjadi sumber dari berbagai penyakit lainnya yang mengancam nyawa. Seseorang dengan hipertensi tak hanya harus berada dalam pengawasan dokter dan rutin mengecek tekanan darah, tetapi juga harus konsisten menjaga pola hidup sehat.
Memilih asupan yang tepat adalah hal yang tak bisa ditawar agar penderita hipertensi bisa tetap sehat. Berikut ini buah-buahan terbaik untuk penderita hipertensi dilansir dari medicalnewstoday.com, Sabtu, (31/12).
1. Beri
kelompok buah beri seperti stroberi dan blueberry kaya akan antioksidan bernama anthocyanins yang merupakan bagian dari flavonoid. Dalam berbagai studi dan jurnal kesehatan global, penderita hipertensi yang mendapat cukup asupan anthocyanins akan memiliki tekanan darah yang lebih stabil setiap harinya. Dengan begitu mereka juga akan terhindar dari resiko penyakit lain seperti stroke dan serangan jantung.
2. Pisang
Pisang merupakan salah satu superfood yang ada di dunia. Di dalam pisang terdapat kandungan potasium tinggi yang sangat dibutuhkan tubuh. Salah satunya untuk menjaga tekanan darah. Potasium terbukti dapat meminimalisir dampak buruk dari zat lain yang masuk ke tubuh seperti sodium yang dapat meningkatkan tekanan darah.
3. Bit
Meski tak umum dikonsumsi dalam keseharian, buah bit telah terkenal dengan khasiatnya. Meminum jus buah bit secara rutin dapat menurunkan tekanan darah dalam jangka waktu cepat dan bertahan secara konsisten ketika dilakukan secara rutin. Bit mengandung dietary nitrate yang dapat membuat metabolisme dan tekanan darah jadi lebih stabil.
4. Kiwi
Kiwi kaya akan vitamin C yang dapat membantu tubuh bekerja lebih baik dalam mengontrol tekanan darah. Mengonsumsi kiwi secara rutin sebanyak tiga buah sehari memiliki manfaat yang jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya mengandalkan suplemen pengontrol tekanan darah dalam jangka panjang.
5. Tomat
Tomat kaya akan lycopene, antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung. Mengonsumsi tomat secara rutin, khususnya ekstrak tomat, akan membuat tubuh mendapatkan manfaat kesehatan maksimal dari lycopene. Selain baik untuk jantung, lycopene juga dapat membantu mengontrol tekanan darah. (M-4)
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Selain hipertensi, Dinkes Batam juga menyoroti tingginya beban penyakit menular dan pernapasan. I
Kondisi udara dengan oksigen rendah bisa menyebabkan peningkatan tekanan paru yang membuat jantung kanan bekerja ekstra memompa darah ke paru-paru.
Perubahan yang terjadi pada perempuan hamil memicu imunitas sehingga terjadi hipertensi paru atau hipertensi pulmonal.
Gejala awal hipertensi paru meliputi sesak napas usai beraktivitas ringan seperti menaiki anak tangga, kelelahan terus menerus, nyeri dada, batuk darah, pusing hingga bengkak pada kaki.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Telur merupakan sumber protein hewani yang sudah menjadi pangan pokok dan banyak dikonsumsi masyarakat.
Obesitas dan diabetes, dua penyakit kardiovaskular yang semakin meningkat di Indonesia, tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi.
PENELITIAN yang diterbitkan dalam Jurnal Asosiasi Jantung Amerika menemukan infeksi virus kronis tertentu seperti herpes zoster dan hepatitis C dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.
Banyak kebiasaan yang tampak sepele ternyata membawa dampak besar bagi jantung dalam jangka panjang.
Fenomena stroke di usia muda meningkat. Stres kronis, gaya hidup modern, dan tekanan emosional kini jadi faktor utama risiko stroke generasi produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved