Jumat 16 September 2022, 07:35 WIB

Bergembira Sembari Adu Tangkas lewat Lomba 17 Agustus

Afnaani Assyabiya Rafifa. SD Muhammadiyah 3 Cileungsi | Weekend
Bergembira Sembari Adu Tangkas lewat Lomba 17 Agustus

Afnaani Assyabiya Rafifa
Muhammad Hafizh Khoirul Azzam (kiri) dan Najma Tsaqiba.

 

(Karya ini adalah 20 besar hasil pelatihan Reporter Cilik Media Indonesia bekerjasama dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah yang berlangsung 10 - 11 Agustus 2022 dan diikuti 79 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.)

 

BERAGAM lomba dan kegiatan menghias lingkungan memang sudah menjadi tradisi perayaan Hari Kemerdekaan. Adanya berbagai kegiatan ini membuat suka cita anak-anak hingga orang tua.

 

Beberapa perlombaan yang kerap digelar adalah makan kerupuk, memindahkan balok, memasukkan paku ke dalam botol, tarik tambang, hingga pukul air. Beberapa Sobat Medi berikut ini juga antusias menyambut perlombaan 17-an. Yuk simak cerita mereka!

 

Pertama adalah Kamilia Mumtaz Hilmawan yang mengikuti lomba pindah balok dan goyang kardus. “ Aku senang sekali ketika perlombaan 17 Agustus diadakan. Tadi aku mengikuti lomba pindah balok. Menurutku, lomba balok menyenangkan tapi butuh ketenangan, kekuatan, kecepatan,” ucap anak perempuan yang akrab disapa Kamil itu saat diwawancarai, Rabu ( 17/8).

 

Ia menceritakan pada perlombaan pindak balok tiap peserta diberikan tiga balok yang digunakan sebagai titian untuk berjalan jongkok pada lintasan yang telah ditentukan. Tangan maupun kaki tidak boleh sampai menyentuh tanah. Sebab itu permainan ini sangat menantang karena kita harus kuat, cepat, tapi juga tenang agar bisa memindah-mindahkan balok sembari berjalan berjongkok.

 

“Jadi, semua balok harus masuk ke garis finish, tidak boleh ada yang tertinggal. Lelah, Lelah,” ujar Kamil sembari mengelap keringatnya yang bercucuran.

 

Tidak hanya bagi anak-anak, lomba pindah balok ternyata juga tidak mudah bagi para orang tua. Para peserta dewasa ini juga diberi tiga balok dan aturan yang sama. Kelincahan, kekuatan, dan kecepatan mereka tidak seperti anak-anak. Mungkin karena faktor umur ya Sobat, hihihi!

 

Kemudian ada pula Muhammad Hafizh Khoirul Azzam yang bergai soal pengalaman lomba Hari Kemerdekaan. Anak yang akrab disapa Hafizh ini mengikuti lomba memasukkan paku ke dalam botol. Lomba ini mungkin juga sudah sering diadakan di daerah kalian ya Sobat. Lomba ini dilakukan dengan mengikatkan tali ke pinggang yang ujungnya digantungkan paku. Peserta akan adu kecepatan untuk memasukkan paku ke dalam botol.

 

“Kita beradu ketangakasan untuk memasukkan paku ke dalam botol,” kata Hafizh dengan mimik wajah yang sangat serius.

 

Kesullitan lomba ini bertambah karena paku digantungkan di belakang badan dan peserta harus berlari menuju botol. Ketika sudah berhasil memasukkan paku, peserta harus membawa botol yang berisi paku kembali ke titik awal.

 

“ Yeyeye, Alhamdulillah aku bisa meraih juara satu, tak mengerti gimana paku bisa masuk ke dalam botol, mungkin hanya beruntung saja kali yaa, hehehehe,”cakap Hafizh yang saat diwawancara sembari asyik memperhatikan temannya.

 

Melalui panggilan video, Repcil juga bertanya tentang pengalaman lomba 17-an kepada salah satu peserta remaja bernama Najma Tsaqiba. Gadis yang akrab disapa Tsaqib ini mengikuti lomba tarik tambang bersama timnya.

 

“ Seru sekali lomba tarik tambangnya, harus punya kekuatan fisik untuk melakukan perlombaan ini. Tak hanya itu, perlombaan ini juga membutuhkan kerjasama dan kekompakan,” ucap remaja yang berumur 15 tahun, Rabu (17/8).

 

Dalam lomba itu tiap tim beranggotakan 5 orang. Tsaqib mengikuti lomba bersama Khansa, Dhia, Qonita, dan Hilda, “Alhamdulillah timku berhasil, kami mendapat juara satu,” kata Tsaqib sambil tertawa.

 

Seru sekali ya Sobat, cerita lomba 17-an itu. Selain dapat melatih ketangkasan, adanya kegiatan lomba juga dapat menjaga persatuan dalam masyarakat. (M-1)

Baca Juga

Dok. Tasya Julia

Menempa Percaya Diri di Wadah IPM

👤Tasya Julia - PPM Al Kautsar Muhammadiyah Harau, Sumatra Barat 🕔Minggu 25 September 2022, 14:16 WIB
IPM hampir menyerupai OSIS di sekolah non-Muhammadiyah. Bedanya, IPM memiliki jenjang mulai dari tingkat ranting, tingkat daerah, cabang,...
MI/Tiyok

Jon Bodo: Koruptor

👤M. Tyok 🕔Minggu 25 September 2022, 05:55 WIB
RAKUS, pencuri, licik, kotor,...
Butet K

Bung Sentil: Turun Gunung

👤Butet K 🕔Minggu 25 September 2022, 05:35 WIB
YANG hidupnya di puncak gunung tuh biasanya jagoan membaca tanda-tanda...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya