Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Menyikat gigi menjadi bagian penting dalam rutinitas sehari-hari. Menjaga kesehatan mulut sangat penting untuk menghindari perkembangan bakteri di rongga mulut sehingga Anda perlu menyikat gigi secara rutin dua kali sehari.
Namun, tanpa disadari, kita kerap kali melakukan berbagai kesalahan saat menyikat gigi. Apabila dilakukan terus menerus, justru bisa memberikan peluang untuk bakteri hidup dan berkembang dalam rongga mulut. Tentunya, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada gigi dan mulut. Berikut beberapa kesalahan yang terjadi saat menyikat gigi, seperti dilansir dari situ Web MD.
1. Waktu menyikat gigi
Selama 20 hingga 30 menit pertama setelah Anda makan, mulut Anda menjadi sedikit asam dan email gigi Anda sedikit melemah. Jika Anda menyikat tepat setelah makan, Anda berisiko merusak email terlalu cepat. Lebih sedikit email berarti lebih mudah bagi bakteri untuk menetap dan menyebabkan lebih banyak gigi berlubang dan infeksi. Tunggu setidaknya 30 menit setelah Anda makan untuk menyikat, atau jika Anda sedang terburu-buru, bilas dengan air atau gunakan obat kumur untuk menetralkan asam.
2. Cara menyikat gigi
Tidak menyikat dengan cara yang benar juga masih kerap dilakukan. Letakkan sikat gigi di gigi Anda, lalu miringkan sedikit ke atas sehingga membentuk sudut 45 derajat terhadap gusi Anda. Kemudian gerakkan kepala sikat dari gigi ke gigi, menggunakan gerakan melingkar kecil. Ini berlaku untuk permukaan luar gigi Anda, permukaan bagian dalam dan bagian atas atau permukaan kunyah juga. Untuk akses yang lebih baik, coba gunakan tangan kiri Anda untuk menyikat sisi kanan mulut Anda dan tangan kanan Anda untuk menyikat sisi kiri.
3. Tidak menyikat lidah
Lidah membantu Anda berbicara dan menelan, dan juga menjebak bakteri yang menyebabkan bau mulut dan kerusakan gigi dan gusi. Gunakan sikat gigi Anda untuk membersihkan dari belakang ke depan beberapa kali setelah Anda menyikat.
4. Tidak menggunakan benang gigi
Tidak peduli seberapa sempurna Anda menyikat, jika Anda tidak menggunakan benang gigi, banyak plak yang dapat menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi. Plak adalah lapisan lengket penuh bakteri yang memakan sisa makanan di mulut Anda. Ini mengeluarkan asam yang menggerogoti gigi Anda dan bisa mengeras menjadi karang gigi yang hanya bisa dikikis oleh dokter gigi.
4. Menyikat Terlalu Keras
Cara paling efektif untuk membersihkan gigi adalah dengan pengulangan. Cukup berikan tekanan yang tidak terlalu keras. Terlalu banyak tekanan merusak email Anda dan menyebabkan resesi, atau penyusutan pada jaringan yang menghubungkan gusi ke mulut Anda.
5. Menggunakan Terlalu Banyak Pasta Gigi
Dalam iklan, pasta gigi selalu menutupi bulu sikat, dari awal hingga akhir. Tetapi orang dewasa hanya membutuhkan jumlah seukuran kacang polong, atau setengah panjang sikat gigi standar. Fluoride dalam pasta gigi adalah mineral, dan terlalu banyak dapat mengubah bentuk dan struktur gigi Anda.
6. Menyimpan sikat gigi di tempat lembab
Untuk menjaga sikat gigi Anda sebersih mungkin, bilaslah untuk memastikan semua pasta gigi dan kotoran sudah keluar dari bulunya dan simpan di tempat yang dapat mengering dengan sendirinya. Jika Anda menyimpannya di dekat sikat gigi lain, pastikan tidak bersentuhan. Jangan menutupinya, atau menyimpannya dalam wadah, karena bakteri suka tumbuh di lingkungan yang lembab.
7. Tidak menyikat cukup lama
American Dental Association merekomendasikan agar Anda menyikat minimal 2 menit setiap kali untuk menghilangkan jumlah plak yang layak. Jika Anda memiliki perangkat di mulut Anda, seperti kawat gigi, tambahkan waktu ekstra untuk membersihkan dengan lembut di sekitar area tempat makanan terperangkap. (M-2)
Dekan FKG USK Profesor Cut Soraya Sp.KG melalui Media Indonesia, Selasa (16/9) mengatakan, kegiatan ini FKG melayani pengobatan gigi dan mulut secara gratis.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatakan gigi karies menjadi yang paling sering ditemukan pada masalah gigi.
Dengan memperhatikan pertumbuhan gigi anak secara maksimal, bisa membantu mengurangi permasalahan gigi yang lebih kompleks.
Morning sickness dapat menyebabkan asam lambung menggerogoti email gigi, sehingga gigi mudah rusak.
IDEC menggarisbawahi perlunya ekosistem dalam industri kesehatan gigi dan mulut demi terciptanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
Mouth wash disebut dapat mengurangi setidaknya 99,9% kuman penyebab bau mulut dan plak.
Durasi dan teknik penyikatan yang tepat adalah kunci utama kesehatan gigi dan gusi yang menyeluruh.
Alat ini biasanya terdiri dari dua bagian utama yakni pegangan, bagian yang dipegang saat digunakan, terbuat dari plastik, bambu, atau material lain yang nyaman digenggam.
Dengan menyikat gigi, maka bisa menghilangkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi setelah makan, dan menyingkirkan lapisan plak yang terbentuk dari campuran air liur
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Alat ini biasanya memiliki pegangan dan bulu sikat yang lembut atau sedang, yang bisa manual maupun elektrik.
Sebuah studi menunjukkan bahwa melakukan perawatan mulut harian yaitu menyikat gigi dan membersihkan gigi dapat secara drastis mengurangi risiko mengembangkan kanker kepala dan leher.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved