Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Tiongkok sedang merencanakan sebuah misi penangkal asteroid kinetik. Misi penangkal asteroid itu diperkirakan diluncurkan pada 2025 sebagai bagian dari serangkaian inisiatif perencanaan pelindung planet yang lebih besar (proyek perisai Bumi).
Namun, dalam misi tersebut, pesawat antariksa milik Badan antariksa Nasional Tiongkok berpotensi berbahaya karena akan menabrak asteroid, hal ini memungkinkan batuan angkasa luar menabrak bumi.
“Tiongkok juga sedang mengerjakan rencana penangkalan planet, termasuk studi teknis dan penelitian mengenai sistem yang dapat digunakan manusia untuk membelokkan asteroid dekat Bumi,” kata Wu Yanhua, wakil direktur China National Space Administration (CNSA) kepada penyedia berita pemerintah China Central Television (CCTV), seperti dilansir dari Space.
Pada sebuah dokumen yang dirilis Januari lalu, Tiongkok menjelaskan tujuan dari misinya yaitu rencana untuk membangun sistem pertahanan objek dekat bumi, dan untuk meningkatkan kapasitas pemantauan objek dekat Bumi, katalogisasi, peringatan dini, dan respons selama periode 2021-2025.
Tiongkok sebagian besar beroperasi secara independen dari komunitas luar angkasa internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga telah mendapat kecaman dari pemerintah Amerika Serikat karena diduga membiarkan jatuhnya tahap inti 23-ton booster Long March 5B pada 2021.
Proyek pertahanan terhadap asteroid sebelumnya telah dilakukan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA). Namun, Tiongkok telah aktif dalam penangkalan planet akhir-akhir ini, termasuk mengadakan Konferensi Pertahanan Planet pertama pada Oktober 2021 dengan berbagai metode, seperti sesi makalah dan presentasi tentang berbagai masalah terkait hal tersebut.
Misi asteroid semacam itu bukanlah yang pertama. Pada November 2021, NASA meluncurkan misi atau uji pengalihan bernama Asteroid Ganda (DART) yang bertujuan untuk mengubah orbit dari Dimorphos, bulan kecil yang mengelilingi asteroid Didymos. Roket tersebut akan melesat dengan kecepatan tinggi untuk membelokkan Dimorphos.
Badan Antariksa Eropa juga merencanakan misi lanjutan dalam waktu dekade ini, yang disebut Hera, ke Didymos dan Dimorphos untuk melihat bagaimana DART mengubah orbit bulan. Misi DART untuk melindungi dari bahaya fatal asteroid yang akan menabrak Dimorphos pada September 2022. Kemudian pada 2027, misi Hera dari ESA akan mengobservasi hasil dari tabrakan tersebut.
Ancaman paling berisiko tinggi yang pernah ditemukan oleh peneliti untuk saat ini hanya asteroid RF12 yang diperkirakan menabrak Bumi pada 2095. Meski demikian, persentase tabrakan dari asteroid berukuran tujuh meter ini hanya 4,85%. (M-4)
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Jubir NPC Tiongkok Lou Qinjian tegaskan tak ada negara boleh dominasi urusan internasional. Simak poin penting sidang parlemen Tiongkok 2026 di sini.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi bidang tektit pertama yang pernah ditemukan di Brasil.
International Astronomical Union (IAU) secara resmi mengabadikan nama Bayu Risanto sebagai nama sebuah asteroid.
2025 MN45 harus tersusun dari material yang sangat kokoh agar tidak hancur akibat gaya sentrifugal dari putarannya yang ekstrem.
Asteroid raksasa memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, namun mamalia bertahan. Simak faktor evolusi dan adaptasi yang membuat mamalia selamat dari kepunahan massal.
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Para ilmuwan NASA baru saja mengumumkan penemuan sebuah “bulan mini” baru, yaitu sebuah asteroid kecil bernama 2025 PN7 yang akan bergerak seiring dengan Bumi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved