Kamis 07 April 2022, 06:30 WIB

Strategi Meksiko Selamatkan Lumba-Lumba Vaquita yang Hampir Punah

Devi Harahap | Weekend
Strategi Meksiko Selamatkan Lumba-Lumba Vaquita yang Hampir Punah

AFP / ADRIAN LEUNG
Grafis: Data dan fakta mengenai Lumba-lumba Vaquita

 

Angkatan Laut Meksiko dan organisasi lingkungan Sea Shepherd bekerja sama untuk melestarikan lumba-lumba berjenis Vaquita yang saat ini tengah berada di ambang kepunahan.

Keberadaan Vaquita terancam punah karena maraknya pemakaian alat illegal berupa jaring insang yang bisa mengadang arah renang gerombolan ikan agar terjerat pada jaring. Biasanya jaring insang digunakan untuk menangkap ikan totoaba, yakni jenis makanan bagi Vaquita. Jika ikan totoaba punah akan memengaruhi populasi lumba-lumba vaquita.

Sejak Januari Angkatan laut terus meningkatkan aktivitas pengawasan di tengah kritik Amerika Serikat yang mengatakan bahwa Meksiko tidak cukup sigap dalam melindungi vaquita, lumba-lumba yang saat ini populasinya sangat sedikit di bumi.

Peningkatan pengawasan tersebut dilakukan setelah para peneliti melihat delapan spesimen mamalia yang dikenal sebagai "panda laut" pada Oktober dan November.  Sea Shepherd memperkirakan jumlah Vaquita di dunia hanya tersisa kurang dari 20 ekor yang hanya bisa ditemukan di daerah Teluk California.

Personel Angkatan Laut dan aktivis dari kelompok konservasi tengah memantau daerah itu setiap hari untuk mencari jaring ilegal dan mencegah nelayan mendekati "zona toleransi nol".

Dilansir dari france24, pesawat angkatan laut ikut mengawasi dari udara untuk mencari kapal yang menjelajah ke perairan terlarang, dalam fase zona terbaru yang diluncurkan oleh Sea Shepherd pada 2015 untuk menyelamatkan vaquita.

"Upaya yang telah kami lihat, khususnya selama tiga atau empat bulan terakhir ini menandakan vaquita memiliki peluang terbaik dalam beberapa dekade ini" kata CEO Sea Shepherd, Chuck Lindsey.


'Kesempatan bertarung'

Angkatan laut Meksiko telah menemukan 70 jaring insang illegal sepanjang tahun ini, dibandingkan dengan 2021 terdapat 172 jaring.

Menurut Shepherd, Jaring insang membentuk penghalang tak terlihat di bawah air yang dapat membentang beberapa ratus kaki sehingga bisa menjebak tidak hanya totoaba tetapi juga vaquitas, paus, lumba-lumba, hiu, dan penyu.

Demi menghapus penggunaan jaring illegal, para konservasionis sempat terlibat dalam sejumlah aksi konfrontasi kekerasan dengan nelayan yang bekerja untuk Pemerintah Meksiko.

Lumba-lumba Vaquita bisa tumbuh dengan panjang 1,5 meter (lima kaki) dan berat mencapai 55 kilogram (lihat grafis). Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam telah menetapkan Vaquita sebagai spesies langka yang terancam punah sejak 1996.

Pada 2019 UNESCO menambahkan berbagai kawasan pulau di Teluk California dan kawasan hutan lindung ke dalam daftar Warisan Dunia yang berbahaya karena dikhawatirkan segera punah.

Pemerintah Meksiko saat ini memiliki aturan baru bagi nelayan di bagian atas Teluk California yang ingin memancing ikan, yakni memeriksa kelengkapan dokumen dan jenis jaring yang digunakan. Pihak berwenang juga menjelajahi pantai untuk mencari jaring yang terdampar.

“Pemerintah juga harus memeriksa di luar area perairan karena banyak kapal yang tidak memiliki izin," kata nelayan, Roberto Lopez.

Diplomasi  DiCaprio

Kabar kepunahan Vaquita menjadi perhatian Internasional setelah aktor Leonardo DiCaprio pada 2017 meminta dukungan di media sosialnya untuk menandatangani petisi yang menyerukan Presiden Meksiko saat itu, Enrique Pena Nieto agar lebih tegas dalam melindungi lumba-lumba.

Agustus lalu, bintang Hollywood itu mengatakan pemerintah Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengabaikan pengawasan Vaquita. Jika tidak ada penanganan yang tegas dari pemerintah, perlahan 10 Vaquita yang tersisa di dunia ini akan punah karena mati dalam jaring insang.

Pada Februari, Amerika Serikat meminta Meksiko untuk melakukan konsultasi bersama di bawah pakta perdagangan bebas Amerika Utara tentang upaya untuk melindungi spesies tersebut. Ini adalah pertama kalinya pemerintah menerapkan ketentuan lingkungan dari Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada, yang mulai berlaku pada Juli 2020.

Tanpa resolusi, langkah dari Washington dapat menyebabkan pengenaan tarif, meskipun pejabat AS mengatakan pada saat itu bahwa terlalu dini untuk membahas tindakan hukum. Sementara itu, angkatan laut Meksiko menjanjikan perlindungan 24 jam untuk vaquita.

"Pekerjaan yang telah dilakukan angkatan laut, seperti di tempat lain adalah untuk melindungi lingkungan. Kami melakukannya di sini setiap hari" kata Laksamana Luis Javier Robinson. (AFP/M-4)

Baca Juga

CNN/Southeby

Lukisan Berobjek Kekasih Picasso Laku Dilelang Rp990 Miliar

👤Devi Harahap 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:05 WIB
Lukisan itu menggambarkan Marie - Therese Walter sebagai makhluk...
Gucci

Gucci dan Adidas Bikin Payung Mewah Tidak Tahan Hujan

👤Putri Rosmalia 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:07 WIB
Produk kolaborasi itu menuai banyak kritikan karena dianggap tidak...
123rf

Setop Minum Paracetamol Saat Hamil

👤Thalatie K Yani 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:40 WIB
Penelitian terbaru menemukan paracetamol yang dikonsumsi saat hamil bisa menyebabkan anak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya