Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Strategi Kawin Unik Beluga Bristol Bay Demi Bertahan dari Kepunahan 

Thalatie K Yani
25/1/2026 14:01
Strategi Kawin Unik Beluga Bristol Bay Demi Bertahan dari Kepunahan 
Ilustrasi(Unsplash)

POPULASI paus beluga di Teluk Bristol, Alaska, selama ini hidup dalam bayang-bayang risiko kepunahan genetik. Sebagai kelompok yang relatif kecil dan terisolasi, mereka secara teori sangat rentan terhadap perkawinan sedarah (inbreeding) yang dapat melemahkan spesies. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa paus putih ini memiliki "taktik" tak terduga untuk menjaga keanekaragaman hayati mereka.

Alih-alih didominasi oleh segelintir jantan kuat seperti banyak spesies mamalia lainnya, beluga di Bristol Bay menerapkan sistem reproduksi yang lebih merata. Temuan dari Florida Atlantic University (FAU) ini mematahkan asumsi lama para ilmuwan tentang perilaku sosial dan seksual paus Arktik ini.

Strategi "Jangka Panjang" dan Peran Betina

Selama lebih dari satu dekade, para peneliti menggabungkan data genetik dengan pengamatan lapangan. Hasilnya mengejutkan: beluga jantan dan betina ternyata berganti-ganti pasangan selama bertahun-tahun. Pola ini menciptakan jaringan keluarga yang kaya akan saudara tiri, bukan kluster saudara kandung yang berisiko menurunkan kualitas genetik.

Greg O’Corry-Crowe, profesor riset evolusi dan perilaku satwa liar di FAU sekaligus penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa perbedaan ukuran fisik jantan yang jauh lebih besar sempat menyesatkan para ahli.

"Karena jantan jauh lebih besar daripada betina dan tampaknya menghabiskan sedikit waktu bersama induk dan anak-anaknya, para ilmuwan meyakini bahwa beluga kemungkinan besar bersifat sangat poligini (satu jantan mendominasi banyak betina)," ujar O’Corry-Crowe.

Namun, data berkata lain. Mengingat usia beluga yang bisa mencapai 100 tahun, para jantan tampaknya memilih strategi jangka panjang daripada bertarung habis-habisan untuk mendominasi satu musim kawin saja.

Di sisi lain, peran betina sangat krusial. Dengan aktif berganti pasangan setiap musim, betina melakukan manajemen risiko untuk menghindari pasangan berkualitas rendah dan mencegah perkawinan berulang dengan garis keturunan yang sama.

"Ini adalah pengingat yang mencolok bahwa pilihan betina dapat memiliki pengaruh yang sama besarnya dalam membentuk keberhasilan reproduksi dibandingkan pertarungan kompetisi antarjantan yang sering disorot," tambah O’Corry-Crowe.

Harapan bagi Konservasi Spesies Terisolasi

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Marine Science ini memberikan perspektif baru bagi dunia konservasi. Dalam populasi kecil, kesehatan genetik jauh lebih penting daripada sekadar jumlah individu. Jika hanya sedikit jantan yang bereproduksi, variasi genetik akan merosot tajam, membuat spesies sulit beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Menariknya, penelitian ini juga mencatat bahwa pengalaman sangat menentukan keberlangsungan hidup. Meskipun induk muda tetap bisa melahirkan, induk yang lebih tua memiliki tingkat keberhasilan membesarkan anak yang lebih tinggi.

Melalui kolaborasi dengan komunitas adat di Teluk Bristol, riset ini memberikan secercah harapan bagi penyelamatan spesies yang terisolasi. Strategi perkawinan yang fleksibel ini menunjukkan ketangguhan alami makhluk hidup dalam melawan "pengikisan" genetik di tengah perubahan iklim Arktik yang cepat. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya