Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Penyu Paling Langka di Dunia Ternyata Punya Pendengaran Sangat Sensitif

Thalatie K Yani
09/2/2026 12:33
Penyu Paling Langka di Dunia Ternyata Punya Pendengaran Sangat Sensitif
Ilustrasi(freepik)

ILMUWAN berhasil mengungkap fakta baru mengenai penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempii), spesies penyu paling langka di dunia yang kini berstatus sangat terancam punah. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyu ini memiliki pendengaran yang sangat peka terhadap suara frekuensi rendah, sebuah rentang bunyi yang justru didominasi oleh kebisingan kapal dan aktivitas industri manusia.

Temuan ini mengkhawatirkan karena penyu-penyu tersebut mendiami perairan pesisir dangkal yang merupakan jalur pelayaran tersibuk di bumi. Artinya, kebisingan rutin dari kapal besar berada tepat di tengah jangkauan pendengaran terkuat hewan tersebut.

Mengintip Pendengaran Penyu Tanpa Stres

Penelitian yang dilakukan oleh Charles A. Muirhead di Laboratorium Kelautan Universitas Duke ini menggunakan metode non-invasif. Tim peneliti memasang sensor kecil pada kepala penyu yang sedang beristirahat dengan tenang di bawah air. Sensor ini melacak aktivitas listrik saraf saat suara mencapai telinga dalam.

“Temuan kami menunjukkan penyu-penyu ini paling sensitif pada pita frekuensi rendah yang sama dengan tempat terjadinya sebagian besar kebisingan industri dan kapal,” ujar Muirhead.

Karena pengujian ini melacak sinyal saraf, bukan perilaku, peneliti dapat memastikan suara apa yang benar-benar sampai ke telinga penyu, terlepas dari apakah hewan tersebut menunjukkan reaksi fisik atau tidak.

Polusi Suara yang Mengganggu Navigasi

Di dalam air, suara frekuensi rendah dapat merambat sangat jauh dengan sedikit kehilangan energi. Masalah utamanya bukan hanya cedera fisik pada telinga, melainkan fenomena yang disebut auditory masking atau penutupan pendengaran.

Suara mesin kapal yang terus-menerus dapat "menenggelamkan" suara-suara alami yang penting bagi penyu. Di perairan yang keruh, penyu mengandalkan pendengaran untuk orientasi, mencari makan, hingga mendeteksi kehadiran predator atau deburan ombak. Latar belakang suara yang bising dapat mengaburkan petunjuk penting bagi keselamatan mereka.

Data sebagai Kunci Konservasi

Kemp’s ridley adalah penyu paling langka menurut NOAA Fisheries. Kelangkaan ini membuat eksperimen besar sulit dilakukan, sehingga pengujian sensor saraf ini menjadi data yang sangat berharga bagi para manajer lingkungan.

Dengan peta pendengaran yang jelas, regulator dan operator kapal kini dapat:

  • Menyesuaikan pengaturan peralatan agar tidak menghasilkan suara di frekuensi yang paling sensitif bagi penyu.
  • Mengatur jadwal konstruksi pesisir agar tidak dilakukan di area kritis pada waktu-waktu tertentu.
  • Memantau paparan suara di habitat asli melalui perekam bawah air yang dipasangkan dengan pelacak pada penyu.

“Upaya ini akan membantu mempertajam pemahaman kita tentang bagaimana kebisingan akibat ulah manusia berinteraksi dengan sistem sensorik penyu laut,” tambah Muirhead.

Hasil studi yang diterbitkan dalam The Journal of the Acoustical Society of America ini diharapkan menjadi titik awal bagi kebijakan konservasi yang lebih efektif, menempatkan isu polusi suara setara dengan ancaman jaring nelayan dan sampah plastik di lautan. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya