Jumat 25 Juni 2021, 12:20 WIB

Puluhan Tukik Lekang Dilepasliarkan di Pantai Bugel Kulon Progo

Atalya Puspa | Humaniora
Puluhan Tukik Lekang Dilepasliarkan di Pantai Bugel Kulon Progo

Antara
Tukik lekang (Lepidochlys olivacea) termasuk satwa dilindungi.

 

SEBANYAK 79 ekor tukik jenis lekang (Lepidochlys olivacea) dilepasliarkan di Pantai Bugel, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Pelepasliaran ini merupakan rangkaian peringatan Menuju Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 10 Agustus mendatang, yang dilakukan sejak Mei hingga Desember 2021.

Tukik jenis lekang (Lepidochlys olivacea) merupakan salah satu jenis satwa liar dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018.

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, tukik jenis lekang juga dalam kondisi rentan karena berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar dan termasuk appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

"Pelepasliaran satwa dilakukan di seluruh wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK dengan mengambil tema Living In Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negara," kata Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dalam melakukan pelepasliaran ini.

Selain itu, penyelamatan dan pelestarian penyu juga menggandeng masyarakat dengan membentuk kelompok pelestari penyu di wilayah DIY.

"Melalui kegiatan ini kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian penyu semakin meningkat dan program pelestarian penyu ini dapat menjadi media pendidikan bagi wisatawan yang berkunjung di wilayah pesisir Kulon Progo," kata Wahyudi.

Tukik yang dilepasliarkan ini berasal dari satu sarang telur penyu lekang yang ditemukan pada tanggal 4 Mei 2021, dengan jumlah telur sebanyak 88 ekor telur dan berhasil menetas pada Jumat tanggal 18 Juni 2021.

"Pelepasliaran tukik ini merupakan upaya penyelamatan telur penyu oleh masyarakat pelestari penyu binaan Balai KSDA Yogyakarta, yaitu Nuryanto dan Sunarto dari Dukuh Bugel II, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo," tambah Wahyudi

Kegiatan pelepasliaran ini dilaksanakan oleh personil Seksi Konservasi Wilayah I dan Resort Konservasi Wilayah Kulon Progo yang dihadiri Kepala Bidang kelautan Pesisir DKP DIY, Kepala Badan Karantina Ikan pengendalian Mutu dan hasil perikanan (BKIPM), Koordinator wilayah Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut KKP, Ulu ulu Kalurahan Bugel, Babinsa Kalurahan Bugel, Nelayan dan masyarakat sekitar pantai Bugel.

Aksi ini merujuk Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE No. SE.8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar di Masa Pandemi Covid-19. Kegiatan pelepasliaran dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi dan memenuhi prinsip-prinsip animal welfare. (H-2)

Baca Juga

Dok MI

8 Rekomendasi Tempat Wisata di Kaohsiung yang Wajib Dikunjungi

👤Meilani Teniwut 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:49 WIB
Kaohsiung juga memiliki objek wisata yang menarik untuk dikunjungi mulai dari Pier 2 Art Center, Cijin Island atau Pulau Cijin hingga...
Antara

40 Juta Masyarakat Sudah Terima Booster

👤Ant 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:14 WIB
Sebanyak 1.699.504 tenaga kesehatan (nakes) rampung menerima vaksin...
MI/Haryanto Mega

MPR Ingatkan Upaya Memperjuangkan Hak-Hak Masyarakat Adat Harus Konsisten

👤Putra Ananda 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:05 WIB
PERJUANGAN untuk meningkatkan kesadaran dan melindungi hak-hak masyarakat adat perlu didukung dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya