Kamis 03 Maret 2022, 10:51 WIB

Beraktivitas di Dekat Ruang Terbuka Hijau Berpeluang Terhindar dari Stres Oksidatif

Nike Amelia Sari | Weekend
Beraktivitas di Dekat Ruang Terbuka Hijau Berpeluang Terhindar dari Stres Oksidatif

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/
anak-anak bermain di Taman Brantas yang kembali dibuka di Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (19/2/2021)

 

Sejauh ini, berbagai penelitian menunjukkan bahwa memiliki ruang hijau di sekitar rumah memiliki efek positif bagi kesehatan, terutama karena penghijauan meningkatkan kesehatan mental dan mendorong latihan fisik sehingga mengurangi risiko kelebihan berat badan atau obesitas. Tetapi, belum banyak diketahui terkait efek langsung vegetasi pada proses biologis, seperti peradangan dan stres oksidatif. Ini sangat penting untuk memahami peran ruang hijau dalam penyakit pernapasan dan alergi.

Untuk diketahui, stres oksidatif adalah keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Institute for Global Health (ISGlobal) serta didukung oleh Yayasan "la Caixa", telah menganalisis untuk pertama kalinya hubungan antara paparan ruang hijau dan stres oksidatif pada anak-anak. Studi baru ini menemukan paparan vegetasi yang lebih besar dikaitkan dengan tingkat stres oksidatif yang lebih rendah, hubungan ini diamati terlepas dari aktivitas fisik anak-anak.

Dilansir dari sciencedaily.com, Selasa (1/3), untuk menentukan apakah ruang hijau mungkin terkait dengan tingkat stres oksidatif yang lebih rendah pada anak-anak dan apakah aktivitas fisik berperan, para peneliti menganalisis 323 anak sehat berusia 8-11 tahun dari lima sekolah dasar di Asti, sebuah kota kecil di barat laut Italia.

Orangtua mengisi kuesioner tentang seberapa sering anak-anak mereka terlibat dalam aktivitas fisik. Stres oksidatif diukur dalam urin dengan mengukur konsentrasi senyawa isoprostan. Tingkat  kehijauan perumahan dan sekolah ditentukan berdasarkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Mereka juga memperkirakan porsi vegetasi. Eksposur multisite diperoleh dengan memperhitungkan NDVI di sekitar rumah dan sekolah anak-anak, yang ditimbang untuk waktu yang dihabiskan di setiap lokasi.

Menurut penulis akhir penelitian itu,Judith Garcia-Aymerich, yang merangkap kepala Program Penyakit Tidak Menular dan Lingkungan di ISGlobal, beberapa mekanisme biologis dapat menjelaskan hubungan langsung antara ruang hijau dan stres oksidatif pada anak-anak. Pertama, peningkatan paparan ke area ini dapat berkontribusi pada perkembangan kekebalan anak-anak dengan membawa mereka ke dalam kontak dengan organisme yang cenderung berada lingkungan alam.

Selain itu, kata dia, kontak dengan ruang terbuka hijau dapat meningkatkan sintesis vitamin D akibat radiasi ultraviolet dari sinar matahari. Vitamin D bertindak sebagai antioksidan yang mencegah efek negatif dari stres oksidatif dan peradangan. Terakhir, vegetasi meningkatkan kualitas udara di daerah perkotaan. (M-4)

 

Baca Juga

dok: Aksara Records

'Wijayakusuma' Tandai Kebangkitan Kembali Aksara Records

👤Fathurrozak 🕔Kamis 07 Juli 2022, 11:32 WIB
Setelah hampir 13 tahun tenggelam, Aksara Records kini kembali lagi dengan merilis single  Wijayakusuma dari Ardhito...
MI/Devi Harahap

Menelusuri Artefak Seni Taman Ismail Marzuki

👤Devi Harahap 🕔Kamis 07 Juli 2022, 11:24 WIB
Pameran menampilkan ratusan koleksi karya seni dan arsip berupa lukisan, drawing, grafis, dan printing dari berbagai kegiatan yang...
Unsplash.com/Robert Collins

Keterampilan yang Perlu Dibangun untuk Menguatkan Mental Anak

👤Devi Harahap 🕔Kamis 07 Juli 2022, 07:15 WIB
Penelitian menunjukkan harapan dapat secara dramatis mengurangi kecemasan dan depresi masa kanak-kanak.  Anak-anak yang penuh harapan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya