Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSER film Mira Lesmana memberikan jawaban tentang persiapan ideal dan besaran bujet produksi film layar lebar. Pertanyaan itu muncul dalam acara Master Class: Produksi Film yang menjadi rangkaian Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2022, Jumat, (25/2).
Produser film Ada Apa dengan Cinta (AADC) tersebut menerangkan, biasanya produser dan pembuat film akan mengkalkulasi durasi yang dibutuhkan dari naskah yang tersedia. “Jadi ada beberapa macam teori. Biasanya tergantung dari seberapa besar produksi suatu film. Kalau di fiksi, itu biasanya dikalkulasi dari skripnya dulu. Misalnya dihitung akan berapa lama produksi filmnya. Ketika katakanlah dua bulan syuting, berarti pra-produksinya itu tiga kali lipatnya dari waktu produksi. Jadi bisa enam bulanan misalnya,” kata perempuan yang juga memproduseri film Petualangan Sherina (2000) dan Laskar Pelangi (2008) itu.
“Tapi itu tergantung juga dengan tim produksinya. Apakah sudah sering bekerja sama bareng, atau kanvas ceritanya itu berdasar periode waktu tertentu, yang membutuhkan riset lagi. Atau genre-nya action. Tapi menurut saya, skala pra-produksi itu ya tiga sampai sembilan bulan itu bagus. Jangan dua-tiga minggu terus syuting,” tambah Mira.
Berkaca pada pengalamannya, beberapa film yang ramah audiens, akan mudah untuk mencari pendanaan. Sementara film-film yang memiliki muatan isu khusus biasanya lebih membutuhkan perjuangan untuk mendapat dana. Ia mencontohkan saat memproduksi film Atambua 39 Derajat Celcius, pendanaannya didapat dari crowdfunding publik.
“Susah untuk menentukan. Ini juga bisa dilihat dari skenarionya. Kalau sangat simpel, misalnya cuma ada di dalam ruangan semua setnya, terjadi dalam satu malam, itu ya bisa jadi Rp1-Rp2 miliar, bisa. Kalau standar sekarang dengan kualitas yang mumpuni untuk tayang di bioskop, genre drama, saya bisa katakan bujetnya di kisaran Rp8 miliar rata-rata. Nah, kalau film yang lebih besar lagi, itu bisa capai Rp15-Rp30 miliar,” pungkasnya. (M-1)
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved