Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Sekelompok ilmuwan yang berasal dari Inggris, Denmark, dan Argentina menemukan DNA manusia pada kutu rambut. DNA itu, lebih tepatnya ditemukan melekat pada lem nit, yang merupakan zat buatan kutu untuk menempelkan telurnya di rambut.
Bagi mereka temuan kali ini dapat membantu jalannya penelusuran misteri lama, tentang orang macam apa yang hidup di Amerika Selatan 1.500-2.000 tahun lalu. Temuan kali ini didapatkan ilmuwan setelah mengestrak DNA delapan mumi dari Amerika Selatan dan DNA kutu dari dua mumi di antaranya.
Hasil analisis juga menunjukkan bahwa mumi itu adalah orang-orang yang sekitar 2.000 tahun lalu, bermigrasi dari Amazonia sebelah barat laut menuju Andes di Argentina sebelah barat.
Mikkel Pedersen, ilmuwan dari Copenhagen University, Denmark yang terlibat penelitian mengatakan selama ini ilmuwan telah banyak mengetahui genetika kuno di Eropa dan Asia timur. Akan tetapi, masih banyak kekosongan informasi untuk wilayah Amerika.
"Ini adalah salah satu tempat yang benar-benar ingin kami lihat apakah kami bisa mendapatkan informasi genetik tentang apa yang terjadi di masa lalu, siapa yang ada di sana, dan juga bagaimana ia bisa mengisi kekosongan itu," tuturnya, seperti dilansir dari Independent, Kamis, (30/12).
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Kerontokan rambut yang dipicu oleh menopause merupakan salah satu kondisi yang paling menantang secara emosional bagi perempuan
Rambut bercabang atau split ends merupakan masalah rambut yang sangat umum dan sering membuat pemiliknya terpaksa memotong rambut agar kembali terlihat sehat.
Hair Djiva terinspirasi dari kata kuno djiva (jiwa), yang menggambarkan perjalanan spiritual dan emosional manusia melalui warna.
Terlalu sering keramas akan mengikis minyak alami dan pelindung kulit kepala yang bisa menyebabkan peradangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved