Kamis 23 Desember 2021, 08:11 WIB

Peneliti Menemukan Kemungkinan Kaitan antara Mikroplastik dengan Penyakit Radang Usus

Adiyanto | Weekend
Peneliti Menemukan Kemungkinan Kaitan antara Mikroplastik dengan Penyakit Radang Usus

AFP
Temuan mikroplastik di lautan

 

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan orang yang menderita Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau radang usus memiliki 50% lebih banyak mikroplastik di feses mereka, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi hubungannya dengan penyakit tersebut.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology ini, menganalisis sampel dari 50 orang sehat dan 52 orang dengan IBD, tetapi dinyatakan sehat. Para peserta berasal dari seluruh Tiongkok. Mereka juga diharuskan mengisi kuesioner, termasuk informasi tentang kebiasaan makan dan minum mereka di tahun sebelumnya.

Penelitian ini adalah yang pertama untuk menyelidiki masalah usus pada manusia yang berpotensi disebabkan karena menelan mikroplastik. Para ilmuwan menemukan 42 potongan mikroplastik per gram dalam sampel feses dari orang dengan IBD dan 28 potongan pada orang sehat.

Konsentrasi mikroplastik juga lebih tinggi pada mereka dengan IBD yang lebih parah. Hal ini menunjukkan hubungan antara keduanya. Namun, penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab akibat, dan para ilmuwan mengatakan penelitian lebih lanjut harus dilakukan. Mungkin IBD menyebabkan orang menyimpan lebih banyak mikroplastik di usus mereka, misalnya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mikroplastik dapat menyebabkan peradangan usus dan masalah usus lainnya pada hewan.

Polusi mikroplastik telah mencemari seluruh planet, dari puncak Gunung Everest hingga lautan terdalam. Orang-orang sudah diketahui mengonsumsi partikel kecil mikroplastik melalui makanan dan air serta menghirupnya. Mikroplastik diketahui membahayakan satwa liar tetapi sangat sedikit yang diketahui tentang dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Selain kaitannya dengan IBD, para ilmuwan dalam penelitian kali ini juga menemukan bahwa orang yang cenderung minum air kemasan atau makan makanan yang dibawa pulang memiliki sekitar dua kali lipat konsentrasi mikroplastik dalam tinja mereka. Secara total, 15 jenis plastik yang berbeda ditemukan di antara mikroplastik. Yang paling umum adalah PET, digunakan pada botol air dan wadah makanan dan poliamida, yang juga ditemukan dalam kemasan makanan.

Satu studi menemukan bayi memiliki lebih banyak mikroplastik daripada orang dewasa di tinja mereka. Ini mungkin karena bayi mengunyah barang-barang plastik atau penggunaan botol susu yang diketahui melepaskan jutaan mikroplastik.

Faktor diet dan lingkungan dapat memicu atau memperburuk radang usus, yang meliputi penyakit Crohn dan kolitis ulserativa. “Dalam beberapa tahun terakhir, prevalensi IBD meningkat tajam di negara berkembang di Asia,” kata peneliti dari Nanjing University, seperti dikutip The Guardian, Rabu (22/12). Diperkirakan akan ada 1,5 juta pasien IBD di Tiongkok pada tahun 2025 yang akan menyebabkan beban penyakit yang serius.

“Studi ini memberikan bukti bahwa kita memang menelan mikroplastik,” kata Evangelos Danopoulos di sekolah Kedokteran Hull York di Inggris, yang bukan bagian dari tim studi. “Ini adalah studi penting, karena memperluas basis bukti paparannya pada manusia.” (M-4)

Baca Juga

Instagram @jokowi

Presiden Ingatkan Penyanyi Cilik Farel Prayoga untuk Tidak Lupa Belajar

👤Devi Harahap 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:40 WIB
Penampilan Farel Prayoga di Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 2022, di Istana Merdeka membuat para tamu ikut...
dok: Setkab

Baju Adat Dolomani hingga Kebaya Karya Didiet Maulana di Istana Negara

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:50 WIB
Tak hanya pakaian adat yang telah terkenal seperti kebaya, dari tahun ke tahun pakaian adat yang dihadirkan semakin...
MI/Devi Harahap

Yuk, Intip Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan RI di Sarinah

👤Devi Harahap 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:25 WIB
Pameran yang diadakan Kemenseneg ini memajang sebanyak tujuh unit mobil kepresidenan yang pernah menjadi kendaraan dinas dan digunakan oleh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya