Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
T-SHIRT atau kaos merupakan salah satu item pakaian yang dimiliki hampir setiap orang. Pakaian jenis ini sering digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Karena bahan dan modelnya, t-shirt bisa dipadupadankan dengan jenis pakaian apapun.
Setiap pakaian membutuhkan tata cara atau aturan perawatan masing-masing, tidak terkecuali t-shirt berbahan kaos ini.
Salah perawatan bisa membuat kaos kesayangan Anda cepat rusak. Jenama lokal dan produsen kaos polos premium, Koze Indonesia, memberikan beberapa tata-tata cara merawat baju t-shirt kesayangan.
Baca juga: Lakukan Ini untuk Kurangi Jejak Karbon dalam Keseharian
"Kami pun turut peduli dengan perawatan baju dari pelanggan kami, karena itu pada label produk, kami memberikan petunjuk tata cara merawat pakaian. Hal ini bertujuan agar baju kaos bisa lebih awet dan mungkin bisa menghindari kerusakan pada jenis pakaian lainnya," kata pendiri Koze Indonesia, Hendry Liauw, dalam keterangan resmi, Senin (1/11).
Mencuci dengan warna yang sama
Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika mencuci baju kaos, usahakan untuk mengelompokkannya dengan warna yang sama atau senada, terutama untuk bahan baju berwarna putih.
Hal ini untuk menghindari baju terkena lunturan dari warna baju lain karena pewarna pada pakaian tersebut kemungkinan besar akan keluar saat dicuci.
Suhu air 40 derajat Celcius
Suhu maksimum air yang digunakan ketika mencuci t-shirt adalah 40 derajat Celcius dan dicuci, bilas, dan putar dengan kecepatan normal.
Suhu air sangat penting karena mencuci dengan air melebihi suhu 40 derajat Celcius dapat membuat t-shirt memudar dan menciut.
Jangan gunakan pemutih
Penggunaan pemutih seringkali dilakukan untuk memutihkan dan menghilangkan noda membandel. Namun faktanya, ketika membersihkan dan mencuci t-shirt tidak boleh menggunakan produk pemutih pakaian karena dapat merusak bahan baju itu sendiri.
Hindari disikat jika tidak perlu
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan ketika mencuci t-shirt adalah hindari menyikat t-shirt ketika mencuci. Menyikat t-shirt dapat membuat bahan menjadi mudah rusak dan membuat pori-pori t-shirt membesar sehingga dapat membuatnya bolong.
Apabila terdapat noda, Anda bisa memberikan sabun dan mengucek t-shirt dengan perlahan atau menggunakan sikat gigi yang lembut.
Jangan gunakan mesin pengering
Kebiasaan lainnya yang kita lakukan ketika mencuci adalah menggunakan mesin pengering. Namun tidak semua pakaian dapat dikeringkan dengan mesin pengering, salah satunya adalah t-shirt karena hal tersebut dapat membuat t-shirt rusak.
Jangan cuci dry clean
Pencucian secara dry clean tidak dapat diperuntukkan untuk semua jenis pakaian terutama t-shirt.
Mencuci t-shirt dengan cara cuci kering dapat merusak baju karena formula yang digunakan dapat merusak bahan.
Suhu penyetrikaan rendah/sedang
Berikutnya adalah proses penyetrikaan pakaian. Ketika menyetrika t-shirt suhu maksimal setrika adalah 150 derajat Celcius.
Menyetrika melebihi suhu tersebut akan membuat t-shirt menjadi rusak dan membakar pakaian. Bila kaos memiliki sablon di bagian depan, ada risiko sablonnya ikut rusak. (Ant/OL-1)
Pemerintah ajak masyarakat hemat energi demi stabilitas nasional. Simak 7 tips praktis dari IEA mulai dari transportasi hingga penggunaan AC dan lampu LED.
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Chef Gun menilai pola memasak masyarakat Indonesia masih cenderung tidak efisien, terutama kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved