Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kutu rambut merupakan parasit kecil di area kulit kepala yang mengisap darah serta menimbulkan rasa gatal. Dalam istilah medis disebut pedikulosis. Parasit ini umum dialami orang dengan perkiraan jumlah kasus sebanyak 6-12 juta per tahun.
Keberadaan kutu rambut dapat berkembang biak dengan bertelur di sekitar kulit kepala. Kutu rambut juga dapat menular, salah satunya lewat penggunaan sisir bersamaan dengan orang yang terjangkit penyakit ini.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr. dr. Dhelya Widasmara Sp.KK (K) FINSDV, menjelaskan, siapa saja dapat terjangkit kutu rambut meskipun kasusnya paling sering dialami oleh anak-anak usia 3-12 tahun. Selain itu, penularan hewan kecil ini juga dapat melalui dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung.
"Secara langsung, kontak fisik. Secara tidak langsung, berbagi atau saling pinjam sisir, sikat, pengering rambut, aksesoris rambut, kain pelapis, bantal sprei, helm, atau penutup kepala lainnya," jelasnya di akun instagram pribadinya @dhelya_spkk, Selasa (28/9).
Dokter Lala, demikian sapaannya, menyarankan untuk menghilangkan kutu ini dengan cara membasahi rambut lalu mengoleskan obat pembasmi kutu rambut ke seluruh area kepala, kemudian diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, bilas bersih dan diulang selama 7 hingga 10 hari.
Selain itu,ada pula cara alami yang dapat membasmi kutu rambut, seperti dilansir dari healthline.com. Berikut beberapa di antaranya:
1. Sisir kutu
Menyisir basah ialah cara tradisional untuk membasmi kutu rambut. Menurut British Medical Journal, metode ini memiliki manfaat yaitu membuat kutu lebih terlihat, membedakannya dari ketombe, dan harganya terjangkau.
Menyisir basah melibatkan penyemprotan kondisioner pada helai rambut basah kemudian menggunakan sisir bergigi halus. Meskipun metode menyisir basah bisa efektif, ini harus dilakukan dengan konsisten dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
2. Penggunaan minyak esensial (essential oill)
Sejumlah minyak esensial telah terbukti efektif dibarengi dengan menyisir untuk menghilangkan kutu rambut. Minyak yang efektif ampuh di antaraya tea tree oil, minyak lavender, minyak zaitun, minyak nimba (neem oil), minyak cengkeh, minyak kayu putih, minyak adas manis, serta minyak daun kayu manis.
Caranya, campurkan 2 ons minyak zaitun dengan 15 hingga 20 tetes minyak esensial. Oleskan campuran ini ke kulit kepala menggunakan bola kapas. Biarkan di kulit kepala dan rambut semalaman atau setidaknya 12 jam. Sisir lalu keramas dan bilas serta ulangi langkah ini.
Tetapi, perlu diperhatikan untuk anak-anak dalam penggunaan minyak essensial karena beberapa anak mungkin akan mengalami reaksi alergi untuk jenis minyak essensial tertentu. Sebelum menggunakan minyak esensial apa pun, selalu encerkan dengan minyak pelarut atau minyak pembawa seperti minyak jojoba, lalu taruh setetes kecil campuran encer di punggung tangan anak. Jika tidak ada reaksi, minyak esensial harus aman digunakan. (M-4)
Industri ritel kecantikan di Indonesia terus berkembang seiring perubahan pola konsumsi dan strategi bisnis pelaku usaha.
Seiring mudahnya akses terhadap produk skincare di pasaran, edukasi berbasis sains sangat krusial agar masyarakat dapat memilih produk dengan benar dan aman.
Kylie Jenner mengungkapkan bahwa ia menjalani terapi sel punca untuk menangani sakit punggung yang tak kunjung reda sejak melahirkan anak bungsunya.
DIKENAL sebagai pribadi yang praktis dalam tiap aspek kehidupan, Grace Tahir selalu mengutamakan efisiensi, termasuk dalam urusan perawatan kulit.
OMG Creator Fest 2025: Beautytainment Universe berlangsung pada 13-16 November 2025 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.
K Beauty Camp tidak hanya membawakan produk-produk saja yang dapat pengunjung coba di tempat, namun seluruh pengunjung juga berkesempatan mencoba berbagai experience zone.
Wendi Cagur, baru-baru ini, mencuri perhatian karena keberaniannya tampil di sebuah program televisi meski kondisi kepalanya masih memperlihatkan bekas tindakan medis.
Penelitian terbaru menemukan perbedaan kadar logam pada rambut pasien Parkinson yang berpotensi menjadi biomarker non-invasif untuk membantu deteksi dini penyakit ini.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Kerontokan rambut yang dipicu oleh menopause merupakan salah satu kondisi yang paling menantang secara emosional bagi perempuan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved