Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Beberapa orang mungkin pernah mengalami munculnya bintitan di area sekitar mata. Bintitan terlihat seperti jerawat besar atau bisul, dan kadang berisi nanah. Biasanya, bintitan terbentuk di bagian luar kelopak mata atas atau bawah. Namun, terkadang juga terbentuk di dalam kelopak mata.
Bintitan secara klinis dikenal sebagai hordeolum, terbentuk ketika kelenjar penghasil minyak di kelopak mata terinfeksi. Kelenjar penghasil minyak ini penting untuk membantu melumasi dan melindungi mata.
Bakteri yang biasanya menyebabkan bintitan ialah staphylococcus. Ia bisa bersentuhan dengan kelopak mata jika bakteri ada di tangan dan terbawa saat Anda menggosok mata.
Dokter Shindy Putri memaparkan beberapa penyebab bintitan di area mata. Pertama, menyentuh mata dengan tangan kotor. Kedua, kebiasaan tidur memakai make-up atau sudah dibersihkan makeup-nya tapi enggak bersih-bersih banget. Ketiga, menggunakan kosmetik yang kadaluarsa. Keempat,, memakai softlens yang tidak bersih dan penyebab-penyebab lainnya," paparnya di akun TikTok pribadinya @SHINDY PUTRI, Jumat (10/9).
Dilansir dari healthline.com, selain beberapa faktor tersebut, beberapa dokter spesialis mata melaporkan bahwa kurang tidur dan stres juga dapat meningkatkan risiko bintitan. Ini disebabkan karena stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi.
Sebuah studi tahun 2017 juga menemukan bahwa hormon stres, seperti norepinefrin, diubah menjadi asam 3,4-dihidroksimandelat (DHMA), yang dapat membantu menarik bakteri ke area tubuh yang rentan terhadap infeksi.
Efek samping lain dari stres adalah mengganggu pola tidur. Penelitian menunjukkan ketika orang tidak tidur nyenyak dapat menurunkan kekebalan tubuh. Ketika tubuh tidak cukup tidur, secara khusus dapat memengaruhi kemampuan sel di tubuh untuk melawan infeksi.
Jika lelah, Anda mungkin cenderung tidak mengikuti kebiasaan menjaga kebersihan mata. Misalnya, lupa menghapus riasan mata dengan benar sebelum tidur atau mungkin lupa mencuci tangan sebelum menyentuh mata.
Dokter Shindy memberikan beberapa cara untuk menghilangkan bintitan, salah satunya dengan mengompres area bintitan tersebut dengan air hangat. "Suhu air hangat dapat membantu mengencerkan nanah yang berada di dalamnya dan juga dapat membantu mengempiskan bintitan secara alami," jelasnya.
Cara kedua yang dapat dilakukan adalah dengan mengompres dengan kantong teh celup. Dokter Shindy menjelaskan jika teh hijau atau teh komomile mempunyai fungsi sebagai antibakteri yang dapat membantu mengurangi infeksi pada bintitan tersebut.
"Caranya rendam kantong teh celup ke dalam air hangat kurang lebih selama tiga menit. Setelah itu, Anda bisa langsung mengompres ke daerah mata yang mengalami bintitan tersebut. Anda dapat mengompresnya kurang lebih selama 15 menit lalu bisa diulangi setelah beberapa kali dalam sehari," katanya.
Selain itu, cobalah untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam dan mengelola stres dengan teknik seperti meditasi, yoga, dan latihan pernapasan.
Dokter Shindy juga memperingatkan jika semua cara sudah dilakukan tetapi bintitan tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. (M-4)
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Terdapat lima makanan sehat yang dapat melawan stres.
Stres bisa bersifat fisik, emosional, atau psikologis, tergantung pada situasi yang dihadapi. Dalam dosis kecil, stres bisa memotivasi, tapi jika berlebihan atau berkepanjangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved