Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir ini tak dapat dimungkiri telah mengubah seluruh tantanan kehidupan. Tak sedikit pula orang yang frustrasi, bahkan terpikir untuk meninggalkan planet bumi.
Namun benarkah, planet lain dapat memberi keamanan, setidaknya dari ancaman virus seperti yang kita hadapi saat ini?
Paul Davies, astrobiolog dari Beyond Center for Fundamental Concepts in Science, Arizona State University mengatakan adanya gagasan tentang mahluk asing atau alien mungkin bisa menjadi pertanda tertentu untuk manusia.
Meski begitu, Davies turut memberikan catatan bahwa berbagai mikroba dan agen mikroskopis lainnya mungkin ada jika diperlukan untuk mendukung kehidupan secara keseluruhan. Seperti apa pun bentuknya, virus sebenarnya merupakan bagian dari jaringan kehidupan.
"Saya berharap bahwa jika Anda memiliki kehidupan mikroba di planet lain, Anda pasti memiliki kompleksitas dan kekokohan yang akan menyertai," katanya, seperti dilansir dari The Guardian, Selasa, (7/9).
Virus, kata Davies, pada dasarnya dapat dianggap sebagai elemen genetik yang bergerak. Sejumlah penelitian telah menyatakaan materi genetik dari virus telah dimasukkan ke dalam genom manusia dan hewan lain melalui proses yang dikenal sebagai transfer gen horizontal.
Menurut Davies, sementara pentingnya mikroba bagi kehidupan sudah dikenal secara baik, peran virus kurang dikenal secara keseluruhan. Meski begitu ia mengatakan jika ada kehidupan seluler di dunia lain, virus atau samacamnya, mungkin akan ada transfer informasi genetik di antara mereka dan tidak mungkin kehidupan alien akan beraifat homogen.
"Saya tidak berpikir itu akan jadi masalah Anda ketika pergi ke planet lain, dan hanya akan ada satu jenis mikroba dan itu sangat bahagia. Saya pikir itu harus menjadi keseluruhan ekosistem,” tambahnya.
Davies selanjutnya menyarankan agar manusia tidak perlu panik dengan gagasan virus dari planet lain. Virus berbahaya adalah yang sangat erat dan beradaptasi dengan inangnya. Maka dari itu, jika ada virus yang benar-benar asing, kemungkinan besar ia tidak akan berbahaya. (The Guardian/M-2)
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Pemetaan semacam ini dipandang sebagai terobosan signifikan karena memungkinkan para ilmuwan untuk memahami kondisi atmosfer di luar tata surya.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved