Kamis 15 April 2021, 04:10 WIB

Kebiasaan Mengonsumsi Madu Ternyata Sudah Dimulai 3.500 Tahun Lalu

Galih Agus Saputra | Weekend
Kebiasaan Mengonsumsi Madu Ternyata Sudah Dimulai 3.500 Tahun Lalu

Sajjad HUSSAIN / AFP)
Lebah Madu hinggap di Bunga Matahari

 

Madu dewasa ini telah dikenal luas sebagai produk alami yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi. Namun siapa sangka jika kebiasaan berburu dan menyimpan cairan dari sarang lebah ini ternyata sudah dimulai sejak 3.500 tahun lalu.

Hal itu diketahui dari sebuah penelitian yang dilakukan arkeolog Goethe University, Peter Breunig, bersama rekannya Julie Dunne dari University of Bristol. Mereka berdua melakukan ekskavasi di Desa Nok, Nigeria.

Dalam penelitian yang kemudian disebut 'Proyek Nok' itu, Breunig dan Dunne menemukan residu madu dalam sebuah pecahan tembikar. Dari temuan benda bersejarah itu, mereka lantas mengasumsikan pada zaman dahulu orang telah mengonsumsi dan menyimpan madu di dalam sebuah tembikar.

Meski belum dapat melacak kapan tepatnya manusia mulai mencari madu,  mereka mengasumsikan pada masa itu manusia sudah memanfaatkan produk hutan non-kayu tersebut sebagai bahan makanan, obat-obatan atau pemanis minuman, termasuk bir dan anggur. Selain itu, mereka juga menggunakannya sebagai bahan kosmetik dan bahan bakar untuk lampu.

Wilayah ekskavasi Breunig bersama Dunne di Nok kini dianggap sebagai situs perburuan madu tertua yang pernah ditemukan. Sebelum menuliskan laporan, mereka telah menemukan dan menganalisis lebih dari 450 keping tembikar yang merupakan benda bersejarah.

"Ini adalah contoh luar biasa tentang bagaimana informasi biomolekuler yang diekstrak dari tembikar prasejarah, dikombinasikan dengan data etnografi, dan telah memberikan wawasan pertama kita tentang sejarah perburuan madu purba di Afrika Barat 3.500 tahun lalu," kata Dunne, seperti dilansir Dailymail, Rabu (14/4).

Breunig menambahkan ekskavasi pada mulanya dilakukan untuk menyelidiki kebiasaan menyimpan dan mengolah daging dalam pot. Akan tetapi, secara tidak terduga  justru residu lilin madu yang ditemukan. Hal ini kemudian dianggap sebagai bukti prasejarah unik di Afrika Barat. (M-4)

Baca Juga

ADALBERTO ROQUE / AFP

‘Dr Chevy’ Bikin Mobil Klasik Amerika ini tetap Mengaspal di Kuba

👤Adiyanto 🕔Jumat 07 Mei 2021, 07:00 WIB
Dia membuat ulang suku cadang Chevrolet dengan perkakas yang dia buat...
123RF

Musim Ketiga The Succession Hadirkan Adrien Brody

👤Fathurrozak 🕔Jumat 07 Mei 2021, 05:52 WIB
Tahun lalu, serial besutan HBO ini meraih sukses di ajang Golden Globe...
Dok. Pedro

Koleksi terbaru Pedro Dukung Perubahan Diri di Momen Ramadan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 07 Mei 2021, 02:22 WIB
"Kami yakin dan percaya, produk- produk Pedro yang effortless mampu memantapkan komitmen mereka yang ingin berubah dengan menunjang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya