Senin 15 Februari 2021, 19:55 WIB

Arkeolog Temukan Pabrik Bir Tertua Di Mesir

Bagus Pradana | Weekend
Arkeolog Temukan Pabrik Bir Tertua Di Mesir

Unsplash/ Jasper Benning
(Ilustrasi) Arkelog menemukan situs yang diyakini merupakan pabrik bir di era Mesir Kuno.

 

ARKEOLOG baru-baru ini menemukan situs yang mereka klaim sebagai pabrik bir tertua dalam peradaban Mesir Kuno. Demikian keterangan resmi yang disampaikan oleh pejabat Dewan Purbakala Mesir, Sabtu (13/2) lalu.

Dilansir dari apnews.com, Minggu (14/2) Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Purbakala Tertinggi Mesir mengatakan  pabrik tersebut ditemukan di Situs Abydos, sebuah situs pekuburan kuno yang terletak di sebelah barat Sungai Nil. Situs itu berjarak lebih dari 450 kilometer di selatan Ibu Kota Mesir, Kairo.

Pabrik tersebut diperkirakan berdiri pada masa kekuasaan Raja Narmer, yang dikenal sebagai pemersatu Mesir Kuno, yang hidup di awal Periode Dinasti Pertama (3150 SM - 2613 SM). Di sana, para arkeolog menemukan delapan unit bak tembikar besar - masing-masing berukuran panjang 20 meter dan lebar 2,5 meter. 

Setiap unit bak dapat mencakup sekitar 40 tembikar yang tertata dalam dua baris. Tembikar-tembikar ini dulunya digunakan untuk memanaskan campuran biji-bijian dan air untuk menghasilkan bir, ungkap Waziri.

Proyek penelitian arkeologi ini merupakan misi bersama para arkeolog dari sejumlah universitas di Amerika Serikat dan Mesir. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Matthew Adams dari Universitas New York, dan Deborah Vischak, asisten profesor sejarah seni dan arkeologi Mesir kuno dari Universitas Princeton.

Dr. Adams mengatakan pabrik tersebut tampaknya dibangun untuk menyediakan minuman bir untuk mendukung ritual kerajaan, mengingat para arkeolog menemukan bukti yang menunjukkan penggunaan bir dalam berbagai upacara pengorbanan orang Mesir kuno.

Dengan kuburan dan kuil yang luas dari zaman paling awal peradaban Mesir Kuno, para arkeolog menduga jika situs Abydos ini dahulunya merupakan monumen penghormatan untuk Osiris, dewa dunia bawah Mesir kuno yang bertanggung jawab terhadap jiwa-jiwa para penguasa Mesir yang telah meninggal.

Penemuan ini turut menambah daftar penemuan situs-situs prasejarah baru di Mesir dalam beberapa tahun terakhir. Dengan hadirnya penemuan ini, pemerintah Mesir berharap dapat menarik banyak wisatawan setelah pandemi virus korona berakhir. Industri pariwisata di Mesir juga sempat terguncang setelah kekacauan politik terjadi pada tahun 2011 yang berakhir dengan penggulingan kekuasaan Hosni Mubarak. (M-1)

Baca Juga

Dok. Hanusz Publishing

Estetika Indonesia di Wajah Kartu Pos

👤Pro/M-2 🕔Sabtu 27 November 2021, 07:15 WIB
KARTU pos memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah setiap bangsa di dunia, termasuk...
Dok. Sigi Kata

Keindahan Kata dalam Kisah Pilu Salim dan Birni

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 27 November 2021, 07:10 WIB
Perpaduan antara masalah percintaan dan konfl ik keluarga membuat novel ini seperti paket lengkap untuk kalangan anak...
Dok. Converse Indonesia

Platform Converse.id Resmi Diluncurkan, Ada Sepatu Edisi Terbatas Converse X CDG Play Jack Purcell 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 26 November 2021, 22:49 WIB
You will know it when you see it. Logo khas hati bermata dari label fesyen Comme des Garçons PLAY yang digagas Rei Kawakubo...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya