Minggu 17 Januari 2021, 03:55 WIB

Ubah Perilaku sebelum Hijrah

(Jek/M-2) | Weekend
Ubah Perilaku sebelum Hijrah

(Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP)
logo layanan pesan seluler WhatsApp. - WhatsApp pada 15 Januari 2021 menunda perubahan berbagi data

RENCANA kebijakan baru aplikasi perpesanan WhatsApp tahun ini menjadi sorotan banyak pihak. Baik pengguna, publik secara luas, terlebih para aktivis hak digital. Isi notifi kasi lewat aplikasi yang ‘ memaksa’ pengguna untuk menerima perubahan kebijakan privasi di dalam platform tersebut per 8 Februari 2021 –-namun kini ditunda-- atau berhenti menggunakan WhatsApp pun memunculkan perbincangan, antara tetap bertahan dengan aplikasi tersebut dan bermigrasi ke aplikasi perpesanan lain.

“Selama ini, praktik oligopoli perusahaan platform teknologi (grup bisnis Facebook dan Google) dikenal mempraktikkan surveillance marketing, yang dalam kacamata perlindungan privasi memunculkan ketidakjelasan batasan rasa aman pengguna,” buka Direktur Eksekutif Safenet (Southeast Asia Freedom of Expression Network) Damar Juniarto pada Media Indonesia melalui wawancara konferensi video, pada Rabu (13/1).

“Pengguna bisa sewaktu-waktu mendapat spam marketing padahal tidak pernah membagi data ke perusahaan lain. Selain itu, dalam konteks keamanan digital, praktik berbagi data itu membuat pengguna rentan menghadapi kekerasan digital atau bahkan kejahatan digital ketika data pengguna tersebut jatuh ke pihak-pihak yang berniat jahat, semisal dalam insiden Cambridge Analytica atau praktik berbagi data pengguna Muslim Pro dengan Militer AS,” lanjut Damar menjelaskan beberapa kasus yang pernah terjadi terkait dengan pelanggaran data privasi pengguna.

Untuk itu, Damar pun menyarankan kepada masyarakat terkait dengan pembaruan kebijakan aplikasi perpesanan Whatsapp. Sebelum instan berpindah ke aplikasi perpesanan lainnya yang tersedia, Damar lebih menekankan pada perubahan perilaku digital pengguna. Jika ingin tetap menggunakan Whatsapp, ia berpesan "Saya rasa batasi jumlah data yang dibagikan ke Whatsapp. Batasi pemakaian, dikurangi. Justru mungkin gunakan platform lain jika ingin bertukar informasi yang sensitif."

Damar menambahkan, publik perlu memahami risiko yang mungkin muncul. Adanya risiko data disalahgunakan pihak ketiga, pengguna perlu berhati-hati saat menggunakan Whatsapp.

"Lakukan mitigasi. Mitigasi perlu dilakukan bagi yang ingin tetap menggunakan Whatsapp dengan cara-cara, seperti meningkatkan proteksi dan menggandakan keamanan perangkat, selalu meng-update keamanan perangkat, dan membatasi data yang dibagikan dengan mempraktikkan kebersihan digital.”

Meski demikian, ia juga mengakui ini akan menjadi sulit bagi banyak pengguna. Terlebih, merujuk warga Indonesia yang sifatnya komunal. Tecermin juga dari banyaknya grup dalam aplikasi Whatsapp. Saat ditanya, lebih banyak mana mudarat antara tetap menggunakan dan berpindah, “Kalau saya menilai, mungkin saya tetap menyarankan pindah.”

“Bukan karena terpicu kondisi sekarang, melainkan memang sejak awal Safenet menilai platform Whatsapp tidak peduli pada privasi,” imbuhnya.

“Bila ingin berganti, pengguna perlu mengubah perilaku agar memulai budaya keamanan digital. Memilih aplikasi pesan yang menerapkan enkripsi dan desentralisasi data karena dengan dua cara itu privasi pengguna bisa dipastikan terlindungi.”

Ia juga mengatakan, tidak ada istilah ‘aman sepenuhnya’. “Karena itu, pengguna perlu terus-menerus mengkaji apakah aplikasi yang digunakan dan perilaku yang dilakukan sudah meminimalisasi risiko pelanggaran privasi dan kerentanan keamanan digital.” (Jek/M-2)

Baca Juga

WhatsApp

Kini Fitur Panggilan WhatsApp bisa Dieksekusi di Desktop

👤Irana 🕔Jumat 05 Maret 2021, 16:24 WIB
WhatsApp menyatakan panggilan suara dan video di platformnya terenkripsi secara...
Uniqlo.com

Ini lo Desain T-Shirt Novelis Haruki Murakami untuk Uniqlo

👤Irana 🕔Jumat 05 Maret 2021, 14:30 WIB
Edisi Murakami ini terinspirasi dari sejumlah karya populernya, seperti Kafka on the Shore dan...
Dok. Instagram @banksy

Banksy Buat Grafiti Tahanan Kabur di Dinding Bekas Penjara

👤Bintang Krisanti 🕔Jumat 05 Maret 2021, 13:20 WIB
Sosok yang digambar diyakini sebagai mendiang pujangga besar, Oscar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya