Kamis 14 Januari 2021, 10:30 WIB

Lagi, Jerman Kembalikan Karya Seni yang Dijarah Nazi

Adiyanto | Weekend
Lagi, Jerman Kembalikan Karya Seni yang Dijarah Nazi

PATRIK STOLLARZ / AFP
Pengunjung membaca informasi tentang pameran "Gurlitt: Laporan Status, Pencurian Seni Nazi dan Konsekuensinya" di Jerman.

PEMERINTAH Jerman, pada Rabu (13/1), mengatakan telah mengembalikan karya seni yang dijarah tentara Nazi kepada pemiliknya yang sah. Menteri Kebudayaan Jerman Monika Gruetters mengatakan, total ada 14 buah karya seni telah diserahkan sejak ‘harta karun’ jarahan Nazi itu dipegang Cornelius Gurlitt, putra seorang pedagang seni era Nazi, terungkap delapan tahun lalu.

Karya terakhir yang dikembalikan itu berupa lukisan berjudul Klavierspiel (Memainkan Piano), karya seniman Jerman Carl Spitzweg. Lukisan itu telah diserahkan ke rumah lelang Christie, sesuai dengan keinginan pewarisnya, Direktur Musik Henri Hinrichsen, yang dibunuh di Kamp Auschwitz pada 1942.

Pemindahan karya seni tersebut diatur oleh Museum of Fine Arts di Bern, yang menyimpan koleksi Gurlitt ketika dia meninggal pada 2014.

Gruetters mengatakan, pengembalian karya Spitzweg  itu merupakan pesan penting bahwa semua karya seni yang diidentifikasi sebagai rampasan Nazi telah dikembalikan ke ahli waris para korban".

"Di balik setiap lukisan ini adalah nasib manusia yang tragis," kata Gruetters.

"Kami tidak bisa menebus penderitaan besar itu. Tetapi dengan memperhitungkan seni yang dijarah oleh Nazi, kami mencoba untuk berkontribusi pada keadilan sejarah dan tanggung jawab moral kami."

Gruetters berjanji untuk melanjutkan penyelidikan semua asal muasal karya seni koleksi Jerman.

Lebih dari 1.500 karya seni, termasuk lukisan karya Picasso, Renoir, Cezanne, dan Matisse yang dimiliki oleh Gurlitt disita pada 2012, terkait penyelidikan pajak.

Penemuan harta simpanan yang dirahasiakan sampai tahun berikutnya itu, menjadi berita utama di seluruh dunia dan kembali memantik debat tentang seberapa serius Jerman pascaperang, memperhitungkan karya seni yang dijarah oleh rezim Nazi.

Ketika Gurlitt meninggal, museum Bern menampung koleksinya. Meskipun Jerman telah membentuk tim satuan khusus yang menyelidiki hal tersebut, kerja mereka dinilai lambat. Para aktivis dan ahli waris merngatakan, kasus Gurlitt menandai pentingnya untuk terus menyelidiki asal muasal kepemilikan karya seni, baik yang ada di museum maupun koleksi pribadi. (AFP/M-4)

Baca Juga

Unsplash.com/Bruce Mars

Ini Sejumlah Manfaat Tidur Siang

👤Deden Muhammad Rojani 🕔Rabu 27 Januari 2021, 10:00 WIB
Manfaat lain dari aktivitas tidur siang secara teratur, yaitu harapan hidup yang lebih lama, perubahan neurodegeneratif, dan mengurangi...
Dok Galeri Zen1

Menguak Rahasia Kehidupan Lewat Lukisan Wayan Apel Hendrawan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 07:12 WIB
Sebanyak 12 karya berciri khas spiritualisme Bali ditampilkan oleh seniman Wayan Apel Hendrawan dalam pameran lukisan bertema Into the...
Sai Aung Main / AFP

Potret Generasi Terakhir Perempuan Bertato di Myanmar

👤Galih Agus Saputra 🕔Rabu 27 Januari 2021, 07:00 WIB
Generasi terakhir perempuan dengan tato di wajah itu, baru-baru ini telah diabadikan oleh fotografer Italia, Marco...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya