Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA antariksa nasional Amerika Serikat (NASA) merilis serangkaian citra satelit yang memperlihatkan dampak dari perubahan iklim yang terjadi di Bumi.
Rangkaian foto yang disebut 'Gambar Perubahan' ini menunjukkan berbagai macam fenomena perubahan di bumi, mulai perubahan iklim, urbanisasi, banjir, hingga kebakaran hutan yang tampak dari dari luar angkasa.
Rangkaian foto ini terdiri dari lebih dari 500 gambar, termasuk foto-foto yang diambil pada tempat yang sama dalam jarak waktu puluhan tahun untuk menunjukan kondisi 'sebelum-sesudah'.
Beberapa set foto menunjukan komparasi 'sebelum-sesudah' dari pencairan Gletser di Islandia, kebakaran hutan di Argentina, dan banjir monsun di Pakistan.
Gambar-gambar itu sebagian diambil sebelum suatu peristiwa terjadi, beberapa kasus hingga empat dekade lalu jaraknya, dan sebagian yang lain diambil tepat setelah insiden besar terjadi.
Salah satu contohnya adalah foto dari es di laut Arktik yang diambil pada tahun 1984 dan 2020. Dua foto tersebut menunjukkan perubahan nyata yang terjadi di satu tempat yang sama, terutama dalam luas wilayah bekunya. Foto itu menunjukkan seberapa banyak es yang telah mencair dalam 36 tahun belakangan ini.
Sebuah kondisi yang juga dikonfirmasi oleh para peneliti dari National Snow and Ice Data Center (NSIDC). Mereka mengatakan pada tahun 2020 luas es laut di Arktik telah menyusut besar-besaran, yang mencapai titik terendah keduanya dalam sejarah catatan satelit selama 42 tahun ini.
"Es di laut menyusut pada musim panas, tetapi juga semakin menipis. Ini pukulan ganda, '' kata Direktur NSIDC Mark Serreze, sepertibdilansir dailymail.co.uk, Senin (4/1).
Saat es di Kutub Utara menyusut, NASA juga merekam penampakan salju yang langka yang turun di tepi Gurun Sahara pada Desember 2016.
Selain itu NASA juga berhasil mengabadikan momen di mana mobilitas penurunan dramatis, terutama pada tingkat lalu lintasnya, di Wuhan pada awal 2020 saat pandemi virus korona mulai mengancam dunia.
Foto-foto tersebut telah dipajang sebagai galeri interaktif di situs web NASA. Di situ Anda dapat membandingkan tiap foto yang secara berdampingan atau dengan menggesernya untuk menunjukan dampak dari perubahan iklim yang nyata dan benar-benar terjadi.
"Foto-foto ini mendokumentasikan perubahan yang terjadi sebagai efek samping dari urbanisasi atau kerusakan alam, seperti kebakaran dan banjir. Semua menunjukkan planet kita dalam keadaan berubah," pungkas Mark. (M-4)
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Analisis mendalam Avatar: Fire and Ash sebagai metafora krisis iklim. Menghubungkan 'Bangsa Abu' dengan data kebakaran hutan global 2025-2026.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Studi terbaru mengungkap posisi otak astronot bergeser ke atas dan ke belakang setelah misi luar angkasa.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
NASA merilis citra terbaru Hubble yang mengungkap Nebula Telur, fase langka sebelum nebula planet terbentuk. Fenomena kosmik ini terjadi 1.000 tahun cahaya dari Bumi.
NASA memulai uji coba teknologi sayap CATNLF menggunakan jet F-15B. Inovasi ini dirancang untuk mengurangi hambatan udara dan menekan biaya bahan bakar pesawat komersial.
NASA ungkap tantangan teknis di balik terbatasnya jadwal peluncuran Artemis 2. Simak mengapa misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun ini sangat bergantung pada mekanika orbital dan cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved