Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penelitian mengungkap sejumlah perbedaan yang diklasifikasi berdasarkan gender dalam perubahan kepribadian praremaja.
Psikolog Mark Travers, Ph.D mengutip Journal of Personality and Social Psychology menyatakan ada beberapa ciri yang menunjukkan perubahan substansial kepribadian anak dari usia 9 tahun ke usia 13 tahun.
Penelitian tersebut menelusuri lintasan lima ciri kepribadian utama yaitu ekstraversi, neurotisme, keterbukaan terhadap pengalaman, keramahan, dan kesadaran.
Penulis menemukan empat perubahan dengan membedakan gender, yaitu anak laki-laki menunjukkan penurunan lebih besar dalam neurotisme, namun mengalami peningkatan perhatian yang lebih besar.
"Sementara, anak perempuan menunjukan sebailknya, mereka mengalami peningkatan ekstraversi yang lebih besar dan peningkatan yang lebih besar dalam orientasi pencapaian," ungkap Mark dilansir dari psychologytoday, Senin (4/1).
Penulis tentang "human potential and the science of reaching it" itu menjelaskan dalam hal "keramahan", hasil penelitian menunjukkan tingkat perubahan tertinggi pada anak usia 13 tahun dibandingkan saat mereka berusia 9 tahun. Namun, dalam hal keterbukaan terhadap pengalaman menurun sejak usia 9 hingga 13 tahun.
Makalah penelitian yang dipimpin oleh Cassandra Brandes dari Northwestern University itu melibatkan ibu dari 440 anak berusia antara 9 dan 10 tahun.
"Para ibu diminta menyelesaikan tes kepribadian atas nama anaknya setiap tahun selama empat tahun berturut-turut," tambahnya. (M-4)
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved