Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KARANTINA dan penutupan perbatasan di tengah krisis virus korona membuat kita memikirkan kembali cara kita bekerja dan bepergian.
Negara kecil Georgia di Eropa Timur berharap untuk memanfaatkan kenormalan baru dengan menyambut warga asing untuk bekerja dari negara itu. Sebelum pandemi, Georgia muncul sebagai hotspot nomad digital dan tujuan wisata yang berkembang. Respons cepat Georgia terhadap krisis virus korona telah memastikan bahwa negara tersebut hanya melaporkan 1000 infeksi.
Pemerintah Georgia ingin menarik pekerja lepas dan wiraswasta untuk tinggal dan bekerja di sana sebagai cara untuk merangsang ekonomi dan perlahan membuka kembali perbatasan, dengan cara yang aman dan terkendali.
Menteri ekonomi Georgia Natia Turnava mengumumkan minggu lalu kebijakan visa baru yang akan memungkinkan orang asing untuk bekerja dari jarak jauh dari negara itu. Turnava menyatakan negara mengundang pekerja lepas yang dan menawarkan mereka untuk tinggal di sana. Georgia memiliki citra negara yang aman dalam hal sudut pandang epidemiologis.
"Kami ingin menggunakan kesempatan ini. Kami berbicara tentang membuka perbatasan dengan cara yang akan memungkinkan kami melindungi kesehatan warga negara kami dan membiarkan setiap warga negara asing yang termasuk dalam kategori sehat masuk ke Georgia," kata Turnava dikutip dari Lonelyplanet.com.
Pekerja jarak jauh akan diizinkan untuk tinggal dan bekerja dari Georgia, asalkan mereka bersedia tinggal selama enam bulan atau lebih dan dapat melakukan karantina dengan biaya sendiri selama 14 hari pada saat kedatangan.
Kebijakan baru ini tidak ditujukan untuk pelancong jangka pendek. Tetapi itu bisa menjadi pilihan yang menarik bagi perantau digital jangka panjang yang telah mencari tempat yang aman selama krisis. Kebijakan itu tidak akan mendiskriminasi warga negara dari negara manapun, yang telah terpukul keras oleh COVID-19.
Rincian dan persyaratan yang lebih spesifik masih akan diumumkan, tetapi skema ini disambut positif oleh mereka yang memfasilitasi ruang kerja bagi digital nomad di Tbilisi, ibu kota Georgia.
Elene Javania dan Ketevan Ebanoidze yang memulai co-working space Impact Hub pada tahun 2016 berharap skema visa baru akan menciptakan suasana yang baik bagi penduduk lokal dan perantau asing di masa uji coba.
"Lingkungan yang ramah bisnis dan kondisi hidup murah adalah kunci untuk menyambut perantau digital dan pekerja lepas. Startup internasional akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Georgia, yang sangat dibutuhkan oleh negara kita," kata Javaniq.
Pekerja lepas jarak jauh bisa menjadi kunci keberhasilan Georgia yang terus berlanjut sebagai tujuan wisata. Sebab mereka umumnya tinggal lebih lama, dan terlibat dalam komunitas dan budaya di tingkat yang lebih dalam. Mereka juga memiliki dampak yang lebih kuat pada ekonomi Georgia, membantu keluarga lokal dengan mendukung toko-toko mereka, restoran, dan penyewaan properti
Tom Williams dari Expat Hub Georgia pindah secara permanen ke Tbilisi pada 2019, setelah beberapa tahun menghabiskan waktu mengunjungi Georgia sebagai turis. Ia membandingkan Tbilisi lebih baik dengan kota hub nomad digital populer.
"Biaya hidup di sini serupa dengan Thailand. Tapi tidak seperti Thailand, pekerja jarak jauh secara aktif didorong untuk berada di sini. Georgia memiliki sikap yang sangat positif terhadap para pengunjung jangka menengah hingga panjang dengan penghasilan stabil. Ini berarti Anda tidak hidup dalam ketidakpastian konstan," kata Williams.
Pemerintah Georgia akan segera merilis perincian platform online tempat pekerja jarak jauh dapat mengajukan aplikasi untuk visa baru. (M-1)
Terkait biaya, visa turis 30 hari dikenakan biaya sebesar AED200 (sekitar Rp840.000), sedangkan untuk masa tinggal 60 hari dikenakan AED300 (sekitar Rp1.260.000).
FIFA PASS resmi hadir untuk mempermudah visa Amerika Serikat bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026. Simak fitur, cara kerja, dan syaratnya di sini.
Pengetatan visa Donald Trump mengancam trafik suporter di Miami sebagai host Piala Dunia 2026. Simak dampak ekonomi dan skema FIFA PASS di sini.
Kebijakan visa ketat Donald Trump mulai mengancam kelancaran Grup C Piala Dunia 2026. Maroko dan Brasil hadapi ketidakpastian akses ke Amerika Serikat.
Kebijakan visa ketat Presiden Donald Trump mengancam kehadiran ribuan suporter di Piala Dunia 2026. Simak dampak bagi fans sepak bola global.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung, mengapresiasi kolaborasi antara Bank Jakarta dan Visa. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah strategis agar berdaya saing global.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Menlu Sugiono bertemu Wakil Palestina di PBB, bahas Solusi Dua Negara, Board of Peace, dan kesiapan Indonesia kirim pasukan perdamaian ke Gaza.
Pengamat militer Khairul Fahmi menilai kehadiran Indonesia di Board of Peace dan rencana 8.000 TNI ke Gaza krusial cegah dominasi politik Israel.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved