Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Menyentuh wajah barangkali adalah salah satu kebiasaan yang paling sulit dihindari, sehubungan dengan upaya menangkal penyebaran virus korona (Covid-19). Akan tetapi, NASA kini rupanya sudah punya alat bernama 'Pulsa' untuk mengatasi hal tersebut.
Pulsa adalah kalung atau liontin 3D yang dirancang NASA di Jet Propulsion Lab (JPL). Dalam keterangan tertulis yang dilansir Dailymail, JPL menjelaskan bahwa Pulsa dibuat untuk melindungi mereka yang sehat agar tetap sehat atau tidak tertular Covid-19.
Orang yang mengenakan Pulsa akan segera diperingatkan dengan sebuah getaran ketika hendak menyentuh wajah. Getaran itu keluar ketika telapak tangan seseorang berjarak 12 inci (30 cm) dari wajah. Getaran berasal dari sebuah motor kecil yang diaktifkan oleh sensor inframerah.
"Sampai tersedia vaksin yang andal, Pulsa dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari atau saat kembali ke tempat kerja", tutur JPL, dalam keterangan tertulisnya.
Kabarnya, inovasi yang satu ini nantinya juga diperbolehkan untuk dibuat siapa saja. Detail rancangan akan dipublikasikan, agar publik dapat membuat Pulsa dengan keterampilan pembuatan sederhana dan murah.
Meski begitu, tenaga ahli di dalamnya juga memperingatkan bahwa liontin ini tidak dibuat untuk menggantikan alat pelindung diri (APD). Mereka menganjurkan agar Pulsa tetap dikenakan bersamaan dengan masker, penutup wajah, dan tidak lupa untuk mencuci tangan.
"File dan instruksi perakitan akan tersedia secara daring sebagai sumber terbuka bagi mereka yang ingin membuat liontinnya sendiri. Idealnya, kami berharap agar masyarakat dapat mengembangkan konsep ini dan membuatnya agar mudah untuk didistribusikan," imbuh JPL. (DailyMail/M-2)
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
JOLLA mengumumkan perubahan signifikan pada konfigurasi perangkat terbarunya, Jolla Phone (2026), sebagai respons terhadap tekanan industri yang semakin besar,
IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved