Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN antariksa Tiongkok, hari ini (Jumat, 24/4) meluncurkan nama misi eksplorasi Mars pertama mereka. Momen ini bertepatan dengan Hari Antariksa Nasional dan peringatan 50 tahun peluncuran satelit pertama mereka.
Mengutip badan antariksa setempat China National Space Administration (CNSA), kantor berita Xinhua melaporkan misi ke Mars ini diberi nama Tianwen-1.
Nama ini diambil dari kata Tianwen atau Pertanyaan untuk Surga, puisi karya Qu Yuan yang ditulis pada masa 2000 tahun yang lalu. Dalam puisi itu, muncul pertanyaan tentang bintang dan benda langit lainnya.
Misi eksplorasi tak berawak ke Mars diharapkan akan diluncurkan tahun ini. CNSA mengatakan semua misi eksplorasi planet di masa depan akan diberi nama Tianwen untuk menunjukkan pencapaian negara itu di luar angkasa.
Tiongkok berhasil meluncurkan satelit pertamanya, Dongfanghong-1, pada 1970. Pada 2003, negara ini menjadi negara ketiga yang menempatkan seorang pria di luar angkasa dengan roketnya sendiri setelah Rusia dan Amerika Serikat.
Sejak itu, Tiongkok berlomba untuk mengejar ketinggalan dengan Rusia dan Amerika Serikat. Bahkan mereka menargetkan menjadi kekuatan ruang angkasa utama pada 2030. (Ant/M-4)
Mars sejak lama dijuluki Planet Merah. Julukan ini sudah dikenal sejak zaman kuno, ketika berbagai peradaban mengamati langit malam dan melihat Mars bersinar dengan warna kemerahan.
Waktu di planet Mars berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan Bumi akibat perbedaan gravitasi dan lintasan orbit. Apa dampaknya bagi manusia, teknologi, dan misi antariksa?
Mars memiliki gravitasi yang jauh lebih lemah dibandingkan Bumi, sekitar lima kali lebih kecil. Selain itu, Mars juga berada lebih jauh dari Matahari
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Mars tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan
Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA baru saja mencatat tonggak sejarah dengan menangkap 100.000 foto permukaan Mars melalui kamera canggih HiRISE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved