Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Seniman kontemporer asal Jepang yang terkenal dengan obsesinya terhadap motif polkadot berwarna kuning, Yayoi Kusama, menulis sebuah pesan untuk merespons pandemi global yang terjadi saat ini.
Yayoi Kusama ialah salah telah seniman kontemporer yang karya-karyanya cukup mendunia. Ia telah aktif berkesenian sejak 1970-an. Ia bahkan pernah menggelar tur pameran instalasi seni di AS dan Eropa, juga Asia - - termasuk Indonesia-- yang banyak menyita perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar karyanya ia dedikasikan untuk menggambarkan obsesi dan keinginannya keluar dari trauma psikologis yang pernah ia alami di masa lalu.
Baru-baru ini seniman nyentrik yang kini berusia 91 tahun ini menuliskan sebuah pesan panjang yang ia tujukan untuk membangkitkan semangat orang-orang di seluruh dunia agar bersatu padu bangkit melawan Korona.
Pesan yang berisi syair-syair panjang penggugah semangat dari Yayoi Kusuma ini pertama kali dibagikan oleh Galery Victoria Miro dalam unggahan instagramnya per tanggal 16/4, pesan tersebut kemudian dibagikan oleh beberapa galeri seni di dunia dalam berbagai terjemahan bahasa, salah satunya adalah Museum Macan (Modern and Contemporary Art in Nusantara) Jakarta.
Berikut adalah nukilan dari 'Pesan dari Yayoi Kusuma Kepada Dunia', yang dilansir dari instagram Museum Macan, jakarta:
Sebuah Pesan dari Yayoi Kusuma
Hari ini, dimana dunia sedang menghadapi Covid -19, saya merasa perlu untuk mengemukakannya dengan pesan ini:
PESAN DARI YAYOI KUSUMA KEPADA DUNIA
Meskipun berkilau di luar jangkauan, saya terus berdoa agar harapan bersinar
Kilau cahayanya menerangi jalan kita
Cahaya kosmis yang lama ditunggu-tunggu
Kini saat kita menemukan diri kita di sisi gelap dunia
Para dewa akan berada di sana untuk memperkuat harapan yang telah kita sebar ke seluruh jagat raya
Untuk mereka yang tertinggal, kisah tiap pribadi dan kisah orang yang mereka cintai
Saatnya mencari nyanyian kasih untuk jiwa kita
Di tengah ancaman bersejarah, sebuah ledakan singkat dari titik cahaya ke masa depan
Mari bernyanyi lagu masa depan yang indah dengan riang
Ayo berangkat
Terangkul oleh cinta yang dalam dan usaha seluruh orang di dunia
Kini saatnya untuk mengalahkan, untuk membawa damai
Kita berkumpul untuk cinta dan saya harap dapat memenuhi hasrat tersebut
Waktunya telah tiba untuk melawan dan mengalahkan ketidakbahagiaan kita
Untuk COVID-19 yang menghadang jalan kita
Saya perintahkan untuk Hilang dari bumi ini
Kita harus lawan
Kita harus lawan monster mengerikan ini
Kini saatnya seluruh orang di dunia untuk bangkit
Rasa terima kasih mendalam saya sampaikan kepada semua orang yang sudah berjuang.
Revolusionis dunia oleh Seni
Dari Yayoi Kusama.
(M-2)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved