Kamis 26 Maret 2020, 16:12 WIB

Bisakah Virus Korona Menyebar melalui Makanan?

Melalusa Susthira K | Weekend
Bisakah Virus Korona Menyebar melalui Makanan?

MI/Adam Dwi
ilustrasi makanan

PENERAPAN jaga jarak secara fisik (physical distancing) akibat pandemi covid-19, membuat banyak restoran beralih ke layanan pesan antar atau hanya menerima pesanan untuk dibungkus. Namun apakah virus korona penyebab covid-19 dapat menyebar melalui makanan yang dibungkus ataupun diantarkan?

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) menyebut sampai saat ini tidak ada bukti penularan covid-19 melalui makanan atau kemasan. FDA menyebut penyebaran utama virus diyakini adalah dari orang-ke-orang, melalui partikel kecil dari tetesan saluran pernapasan (droplet), seperti bersin atau batuk.

“Tidak seperti virus bawaan makanan gastrointestinal (GI), seperti norovirus dan hepatitis A yang sering membuat orang sakit melalui makanan yang terkontaminasi. SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, adalah virus yang menyebabkan penyakit pernapasan. Paparan virus yang ditularkan melalui makanan tidak diketahui sebagai rute penularan,” terang FDA, mengutip Fox News, Kamis (26/3).

Sedangkan seorang profesor keamanan pangan di departemen ilmu makanan Cornell University, Martin Wiedmann, mengatakan bahwa risiko tertular covid-19 melalui  makanan adalah sangat kecil. Adapun profesor dan spesialis keamanan makanan di North Carolina State University, Benjamin Chapman, menyebutkan bahwa virus yang menyerang saluran pernapasan itu kemungkinan tidak akan dapat bertahan hidup ketika melewati pencernaan karena keasaman lambung.

"Bukannya itu tidak mungkin. Selalu ada kemungkinan ini. Namun saya ingin membuat keputusan manajemen risiko terbaik berdasarkan ilmu pengetahuan maupun bukti terbaik, dan kami tidak punya bukti (penularan melalui makanan),” tutur Chapman melansir Live Science, Rabu (25/3).

Namun, menurut Coronavirus Resource Center dari Harvard Medical School, covid-19 bisa saja disebarkan oleh petugas makanan yang mungkin terinfeksi covid-19 dan tidak mencuci tangan secara efektif setelah ke kamar mandi. Institusi pendidikan itu menambahkan meskipun virus tersebut juga kemungkinan akan mati ketika melewati proses pemasakan, namun makanan bersuhu ruangan seperti salad atau sandwich berpotensi untuk menyimpan virus tersebut.

“Jadi kami saat ini tidak dapat mengesampingkan kemungkinan infeksi yang ditularkan melalui makanan oleh orang yang terinfeksi yang belum mencuci tangan mereka dengan tuntas,” jelas Coronavirus Resource Center dari Harvard Medical School.

Meskipun risiko penularan covid-19 melalui makanan adalah sangat kecil, namun guna mengurangi risiko penularan covid-19 setelah membuka bungkus makanan ataupun mulai bersantap cuci tangan secara menyeluruh terlebih dahulu. Chapman juga menambahkan bila khawatir makanan dapat dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu 65 derajat Celsius selama 3 menit, yang dapat mengurangi kadar partikel virus secara signifikan. (M-4)

Baca Juga

Unsplash/ Jefferson Santos

Benarkah Manusia Ialah Satu-satunya Spesies Musikal?

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 21 Januari 2021, 15:35 WIB
Mamalia sudah mengenal ketukan irama sejak dalam kandungan, yakni dari detak jantung sang...
Unsplash/ Zarakh Khan

Streaming Munculkan Ketimpangan Antara Musisi Baru dan Mapan

👤Fathurrozak 🕔Kamis 21 Januari 2021, 13:50 WIB
Meski menjadi sumber pendapatan baru, layanan streaming membuat persaingan musisi baru dan mapan makin nyata dan...
Geoff Robins / AFP

Bruce Springsteen Hingga Katy Perry Meriahkan Pelantikan Biden

👤Adiyanto 🕔Kamis 21 Januari 2021, 11:38 WIB
Pelantun Born in The USA dan Street of Plhiladelphia itu, membuka konser itu dengan menyanyikan Land of Hope and...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya