Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Tepat hari ini, Jumat (20/3), penyair kenamaan tanah air, Sapardi Djoko Damono, berulang tahun ke-80. Pria kelahiran Solo itu merayakan bertambahnya usia dengan merampungkan sebuah buku kumpulan puisi yang akan segera diterbitkan dalam waktu dekat. Bukan sembarang kumpulan puisi, buku yang berjudul “mBOEL” itu diakui Sapardi didedikasikan untuk perempuan yang terus mendukungnya selama ini.
“Tengah malam ini saya menyeberang ke umur 80, alhamdulillah. Saya merasa bahagia telah menyelesaikan buku puisi mBOEL yg berisi 80 sajak, beberapa di antaranya saya congkel di sini,” ungkap Sapardi dalam akun Instagram pribadinya, sembari mengunggah beberapa potongan sajak dalam buku tersebut.
“Buku itu belum resmi terbit, masih antri, merupakan semacam tribute untuk @sonyasondakh, perempuan perkasa yang selama puluhan tahun telah menemani dan mengurus saya sepenuhnya,” sambungnya.
Di ulang tahunnya yang ke-80 itu, Sapardi mengumumkan bahwa buku teranyarnya berjudul “Segi Tiga” baru saja diterbitkan. Mantan Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI itu juga mengabarkan buku “Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang” hasil kolaborasinya dengan penulis muda Nadhifa Allya Tsana atau yang lebih dikenal dengan nama Rintik Sendu diluncurkan bulan lalu. Tak hanya itu, ia pun mengumumkan akan segera menerbitkan buku kembali pada pertengahan tahun ini yang berjudul “Sunyi Adalah Minuman Keras”.
“Saya berjanji untuk “melanjutkan” buku itu dengan sebuah novelet yg saya tulis sendiri, yg moga2 bisa selesai sebelum Juni 2020. Sementara judulnya SUNYI ADALAH MINUMAN KERAS. Semoga semua lancar prosesnya,” tutur Sapardi.
Ulang tahun ke-80 penulis “Hujan Bulan Juni” itu pun disambut oleh para penggemar dan pecinta sastra tanah air. Mereka menyampaikan ucapan selamat ulang tahunnya kepada Sapardi lewat media sosial. Beberapa tampak menyelamatinya dengan mengambil penggalan sajak dari karyanya.
“Selamat ulang tahun, bapak @SapardiDD, yang fana waktu, karya-karyamu abadi.. doa kami kirim dari sini: sehat dan bahagia selalu,” tulis salah satu akun @Ekajunita__.
“Pada suatu hari nanti. Jasadku tak akan ada lagi. Tapi dalam bait bait sajak ini. Kau tak akan kurelakan sendiri. Selamat ulang tahun pak sapardi. Yang fana adalah waktu karyamu abadi @SapardiDD,” ucap @rafsanjnii.
“Sebab aku mencintaimu, itu sebabnya aku tak berhenti mendoakan kesehatan untukmu. Selamat ulang tahun eyang, keberkahan tercurahkan untukmu. @SapardiDD,” tulis Ghiyatskaluku.
Sapardi yang semasa hidupnya telah menerbitkan puluhan buku itu, masih tetap aktif menulis buku di usianya yang telah memasuki masa senja. Beberapa buku terbaru yang ditulis Sapardi dalam kurun beberapa tahun terakhir yaitu, Sepasang Sepatu Tua, Perihal Gendis Sutradara itu Menghapus Dialog Kita, Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?, Namaku Sita, Pingkan Melipat Jarak, dan Duka-Mu Abadi. (M-2)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved